
Tentara AS Didakwa dalam Kasus Taruhan Rahasia
17 menit yang lalu
IQAir mencatat indeks kualitas udara Jakarta 140, dengan PM2,5 sebesar 51,5 mikrogram per meter kubik.
Terbit · 1 min read

Kualitas udara Jakarta berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif pada Minggu pagi (1/11/2026). Menurut laporan ANTARA yang mengutip laman IQAir, warga dalam kelompok tersebut disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
Data IQAir yang diperbarui pukul 05.00 WIB mencatat indeks kualitas udara Jakarta sebesar 140. Konsentrasi PM2,5 tercatat 51,5 mikrogram per meter kubik, atau 10,3 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia.
PM2,5 adalah partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron yang terdapat di udara, antara lain berupa debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.
Selain memakai masker, kelompok sensitif disarankan menghindari kegiatan di luar ruangan, menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara kotor, serta menyalakan penyaring udara.
Dalam catatan peringkat kualitas udara di Indonesia pada Minggu itu, Jakarta berada di urutan keempat terburuk. Palembang mencatat indeks 175, Tangerang 163, dan Tangerang Selatan 152.
ANTARA juga melaporkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan sejumlah upaya untuk mengurangi pencemaran udara, termasuk gerakan kolaboratif #SatuLangkahDulu. Gerakan itu mengajak warga mengambil langkah sederhana dari lingkungan masing-masing untuk mendukung udara yang lebih bersih dan sehat.
Upaya lain yang disebut dalam laporan tersebut adalah mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi melalui kebijakan, termasuk Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan H.R. Rasuna Said dan kawasan Sudirman-Thamrin. Menurut laporan ANTARA, kegiatan itu membantu mengurangi emisi kendaraan dan menurunkan polusi udara di Jakarta.