
IRGC Sebut Tiga Tanker Terbakar di Selat Hormuz
19 menit yang lalu
Lima gedung seni dikelola untuk mendukung pertunjukan tradisi, dengan sebagian agenda rutin digratiskan.
Terbit · 1 min read

Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengelola lima gedung seni pertunjukan untuk mendukung kegiatan pelaku seni di ibu kota, menurut laporan ANTARA.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Retno Setiowati menyampaikan hal itu setelah menonton pertunjukan teater “Swara Ibu: Nyanyian dari Hutan” di Gedung Kesenian Bharata, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/11/2026). Laporan tersebut tidak mencantumkan tanggal pertunjukan.
Retno mengatakan pengelolaan aset daerah itu diarahkan untuk menyediakan ruang panggung yang memadai bagi seni budaya tradisional. Kelima gedung yang dikelola meliputi Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata (WOB), Balai Budaya Condet, Gedung Kesenian Jakarta, dan Taman Benyamin Sueb.
Menurut laporan yang sama, masing-masing fasilitas memiliki karakteristik berbeda. Gedung Kesenian WOB di Senen berfokus pada pertunjukan wayang orang, sedangkan Gedung Kesenian Miss Tjitjih di Cempaka Putih mengusung seni tradisional Sunda.
Balai Budaya Condet, kata Retno, berfungsi sebagai pusat latihan untuk pelestarian seni tradisi Betawi. Ia juga menyebut pemerintah daerah menetapkan tarif pemanfaatan aset yang terjangkau bagi pelaku industri kreatif.
Dinas Kebudayaan memberikan pembebasan biaya sewa gedung satu kali setiap bulan untuk agenda pementasan rutin yang dibiayai pemerintah daerah. Pertunjukan dalam agenda tersebut dapat disaksikan masyarakat secara gratis.
“Jadi yang satu bulan sekali itu yang gratis, itu rutin dari DKI. Tapi ada juga pertunjukan mereka yang membayar retribusi ke gedung,” kata Retno, seperti dikutip ANTARA.
Salah satu kelompok yang memanfaatkan tarif retribusi tersebut adalah Perkumpulan Pencinta Seni Tari (PPST) Kencana Mas dari Tebet, Jakarta Selatan. Kelompok itu menggelar dramatari “Swara Ibu: Nyanyian dari Hutan” di Gedung Kesenian Bharata.