
PLN Rampungkan Konstruksi di Empat Lokasi Gorontalo
15 menit yang lalu
IRGC menyatakan tiga tanker terbakar; AFP belum memastikan keterkaitan dengan insiden lain.
Terbit · 1 min read

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan tiga kapal tanker meledak dan terbakar saat melintas di Selat Hormuz pada Minggu (8/11/2026). Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP, IRGC menyebut kapal-kapal itu menggunakan jalur yang dianggap ilegal.
Dalam pernyataan yang dikutip AFP, IRGC mengatakan kapal-kapal tersebut terbakar sejak dini hari. IRGC tidak menyebut nama maupun kebangsaan kapal tanker itu.
CNN Indonesia melaporkan Iran kerap menyasar kapal yang melintas tanpa izin di Selat Hormuz. Sejak konflik yang melibatkan Iran pecah pada akhir Februari, Iran membatasi lalu lintas dan mewajibkan kapal menggunakan rute yang disetujui negara.
Sebagai tanggapan, Amerika Serikat menerapkan blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran dan membantu kapal tanker melintasi selat tersebut, menurut laporan CNN Indonesia. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.
Pada Minggu (8/11/2026), badan maritim Inggris, UKMTO, melaporkan sebuah kapal tanker terbakar di Selat Hormuz, di lepas pantai Khasab, Oman. Laporan itu menyebut insiden tersebut terjadi sehari sebelumnya dan para awak dievakuasi.
Pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan 22 orang diselamatkan dari insiden tersebut dan kondisi mereka stabil. Namun, AFP belum dapat memastikan apakah laporan itu merujuk pada kebakaran tanker yang sama dengan laporan UKMTO.
Dalam beberapa pekan terakhir, Iran mengeluarkan sejumlah pernyataan mengenai kapal-kapal yang terbakar di Selat Hormuz. Secara terpisah, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan suara menyerupai ledakan terdengar pada Sabtu (7/11/2026) malam di Qeshm, Sirik, Jask, dan Bandar Abbas; penyebabnya belum diketahui.