
Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya
12 menit yang lalu
Zulfikar Yurnadi menyebut efisiensi dan energi terbarukan sebagai skenario untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan energi kawasan.
Terbit · 1 min read

ASEAN Centre for Energy (ACE) memproyeksikan kebutuhan energi primer di Asia Tenggara meningkat 400 persen hingga 2060. Menurut laporan CNN Indonesia, prediksi tersebut dituangkan dalam ASEAN Energy Outlook ke-9.
Kepala Pemodelan Energi dan Perencanaan Kebijakan ACE, Zulfikar Yurnadi, mengatakan pihaknya telah membuat analisis mengenai sejumlah skenario untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan energi itu. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam program The Economic CNN Indonesia TV With Rully Kurniawan pada Kamis (29/10/2026).
Salah satu skenario yang disebut Zulfikar adalah efisiensi energi. Menurut dia, langkah tersebut dapat mengurangi hingga setengah dari proyeksi kenaikan kebutuhan energi sampai 2060.
Zulfikar mengatakan efisiensi energi memerlukan investasi yang lebih besar. Ia memperkirakan kawasan ASEAN membutuhkan sekitar US$400 miliar per tahun untuk mencapai target-targetnya.
Skenario lainnya adalah meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Zulfikar menyebut negara-negara Asia Tenggara perlu memperkuat koordinasi untuk menyamakan pemahaman dalam menghadapi kenaikan kebutuhan energi.
Koordinasi itu, menurut Zulfikar, juga diperlukan untuk menjembatani perbedaan kepentingan antarnegara dalam memaksimalkan potensi EBT.
Ia menyatakan kepentingan nasional tiap negara perlu diselaraskan dengan kepentingan regional dalam memaksimalkan potensi energi baru terbarukan.