
Sinopsis Civil War, Tayang di Trans TV
12 menit yang lalu
Anggaran dialihkan untuk mendukung peternak dan petani jagung, termasuk melalui pasokan pakan dan penyerapan telur.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah mengalihkan anggaran Rp3,7 triliun untuk memperkuat dukungan kepada peternak dan petani jagung. Kebijakan itu disampaikan saat kegiatan sinergi BUMN pangan bersama peternak ayam petelur mikro di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Kegiatan berlangsung di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, pada Kamis (5/11/2026). Amran mengatakan pengalihan anggaran tersebut menindaklanjuti aspirasi peternak dari berbagai daerah, termasuk Blitar, yang sebelumnya menyampaikan tuntutan melalui demonstrasi di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta.
Menurut laporan yang sama, anggaran itu berasal dari pemangkasan sejumlah belanja yang dinilai tidak mendesak, termasuk seminar di hotel, perjalanan dinas, dan rehabilitasi kantor. Amran mengatakan, "Kami hari ini tunaikan janji. Setelah perwakilan peternak seluruh Indonesia, termasuk Blitar menemui kami di Jakarta, kami potong anggaran biaya seminar di hotel, perjalanan dinas, hingga rehab kantor," katanya.
Amran menyebut dana tersebut akan digunakan untuk membangun ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir, antara lain dengan memperkuat pasokan bahan baku pakan dan penyerapan hasil produksi peternak. Pemerintah juga mendorong penguatan Koperasi Merah Putih sebagai wadah konsolidasi peternak lokal tanpa mengganggu koperasi yang telah berjalan.
Dalam skema itu, hasil panen jagung petani diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pakan peternak. Perum Bulog juga akan menyerap surplus jagung melalui sistem resi gudang untuk menjaga pasokan saat paceklik.
Pemerintah turut mendorong penyerapan telur untuk menjaga harga di tingkat produsen. Amran menyebut target harga pembelian telur minimal Rp24.000 per kilogram sesuai harga pembelian pemerintah, serta mengatakan pemerintah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawasi distribusi dan menindak dugaan praktik perdagangan yang merugikan peternak.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Bulog menyiapkan dana bergulir Rp30 miliar untuk pembelian telur peternak mikro. Penyerapan itu akan disinergikan dengan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis, termasuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Rizal mengatakan, "Bulog hadir langsung membeli telur-telur peternak mikro yang kemarin sempat jatuh. Kami mengucurkan anggaran Rp30 miliar sebagai dana bergulir untuk menstabilkan harga telur pada kisaran HPP Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram," ujarnya. Bulog juga menyerahkan secara simbolis 180 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan kepada 18 perwakilan koperasi peternak mikro, dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog.
Bulog dan ID FOOD menjalankan program pembelian telur ayam peternak mikro senilai Rp30 miliar di seluruh Indonesia secara bertahap hingga Desember 2026. Pemerintah berharap dukungan jagung pakan dan penyerapan telur dapat membantu mengendalikan biaya produksi, menstabilkan harga hasil produksi, serta menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.