
Pemerintah Siapkan Kawasan Pangan di Empat Provinsi
18 menit yang lalu
Pemerintah menyebut penguatan pasokan jagung sebagai upaya membantu peternak, sementara koperasi meminta penyaluran SPHP berkelanjutan.
Terbit · 1 min read

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah berupaya membantu petani dan peternak melalui penguatan pasokan jagung, pembangunan ekosistem usaha, dan dukungan bagi peternakan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Pertemuan berlangsung di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, dalam kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro. Tanggal kegiatan tidak disebutkan dalam laporan tersebut.
Amran mengatakan Kementerian Pertanian sedang membangun ekosistem jagung dari hulu hingga hilir dengan menghubungkan petani jagung dan peternak melalui koperasi. Ia menyebut pemerintah akan memberikan benih gratis serta bantuan pompa dan alat mesin pertanian sesuai kemampuan anggaran negara.
“Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi. Diberikan benih gratis dari pemerintah, setelah tumbuh juga pompa dengan alsintan, sesuai kemampuan APBN kita,” ujar Amran, menurut laporan yang sama.
Setelah panen, koperasi peternak akan membeli jagung untuk kebutuhan pakan. Jika produksi berlebih, Bulog akan menyerap dan menyimpannya agar dapat digunakan saat peternak membutuhkan.
Amran juga mengatakan jajarannya diminta mempercepat pelayanan jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak. Menurutnya, persoalan pakan perlu ditangani karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha peternak.
Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti, mengatakan jagung SPHP membantu peternak saat harga jagung di pasaran meningkat. Ia menyebut harga jagung di luar SPHP naik dari sekitar Rp7.000 menjadi Rp7.400, lalu mencapai Rp7.800-Rp7.900 per kilogram, sedangkan jagung SPHP dapat ditebus melalui Bulog dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.
Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin, menyebut koperasinya memiliki sekitar 75 anggota dengan populasi sekitar 250 ribu ayam dan produksi telur rata-rata 15 ton per hari. Ia mengatakan harga jagung pasar mencapai Rp7.800 per kilogram, sementara jagung SPHP sekitar Rp5.500 per kilogram, dan berharap harga telur seimbang dengan biaya produksi.