
Pramono Resmikan Arena Tinju di Kampung Melayu
26 menit yang lalu
Liliy Widjaja menekankan pentingnya memahami kebutuhan, profil risiko, dan penggunaan dana dingin sebelum berinvestasi.
Terbit · 1 min read

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Liliy Widjaja mengatakan calon investor perlu mengenali kebutuhan dan tujuan keuangan sebelum memilih instrumen pasar modal. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam sebuah diskusi di Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Talkshow Pasar Modal di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Liliy mengatakan investasi umumnya berorientasi pada pertumbuhan kekayaan, tetapi investor juga perlu memahami profil risikonya. Pilihan instrumen, menurut dia, sebaiknya disesuaikan dengan kesiapan psikologis menghadapi fluktuasi pasar.
Investor yang siap menghadapi perubahan harga dapat mempertimbangkan saham, yang menurut Liliy memiliki potensi imbal hasil optimal. Ia mengingatkan pemilihan saham perlu didasari analisis fundamental perusahaan agar investor tidak mudah panik ketika pasar terkoreksi.
Sementara itu, investor konservatif yang cenderung menghindari risiko tinggi dapat mempertimbangkan instrumen pendapatan tetap, seperti Surat Berharga Negara (SBN). Liliy menyebut SBN menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan deposito konvensional serta kupon yang memberikan arus kas bulanan.
Liliy juga menekankan bahwa investasi sebaiknya menggunakan dana dingin, bukan uang yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari atau biaya sekolah. Ia mengatakan dana investasi seharusnya merupakan uang yang tidak perlu diambil meski nilainya turun.
Menurut Liliy, penggunaan dana dingin memberi investor keleluasaan untuk tidak menjual saham saat harga turun hanya karena membutuhkan uang. Ia menyebut dana yang tidak perlu segera digunakan mengurangi tekanan untuk melepas saham di bawah harga beli.