
Pramono Resmikan Arena Tinju di Kampung Melayu
26 menit yang lalu
Konferensi di Unej mempertemukan peserta dari sembilan negara untuk membahas pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.
Terbit · 2 min read

Sejumlah pakar internasional dari sembilan negara merumuskan solusi untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan global dalam konferensi di Auditorium Universitas Jember (Unej), Jawa Timur. Menurut laporan ANTARA, kegiatan itu diikuti 162 peserta.
Konferensi tersebut mencakup The 7th International Conferences on Agriculture and Life Sciences (ICALS) dan The 11th International Conference of Food, Agriculture, and Natural Resources (FANRes). Kegiatan itu digelar untuk menguatkan pilar akademis dalam rangka Dies Natalis ke-62 Unej.
Dekan Fakultas Pertanian Unej Prof. M. Rondhi mengatakan pertemuan lintas negara itu memperkuat kolaborasi akademik dan upaya merumuskan solusi bagi tantangan pertanian, ketahanan pangan, ilmu kehidupan, serta pengelolaan sumber daya alam.
Konferensi tersebut dirancang sebagai forum multidisiplin bagi peneliti, akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan industri untuk berbagi pengetahuan, bertukar gagasan, serta mempresentasikan temuan penelitian.
Rektor Unej Dr. Iwan Taruna mengatakan riset dan kolaborasi lintas disiplin perlu diarahkan agar berdampak pada kebutuhan masyarakat pedesaan hingga agroindustri nasional. Ia mengaitkan tantangan pangan dengan perubahan iklim, gangguan rantai pasok, pertumbuhan populasi, dan keterbatasan sumber daya alam.
Iwan mengatakan teknologi seperti kecerdasan buatan, pertanian presisi, bioteknologi, sensor, otomasi, dan pengolahan pangan tidak otomatis menjamin kemajuan sosial. Menurut dia, penerapannya perlu terjangkau, layak secara ekonomi, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan inklusif.
Ia menyebut tiga prioritas universitas, yakni mempercepat riset yang tanggap terhadap masalah, mempercepat inovasi dan alih pengetahuan, serta memperluas kerja sama internasional. Konferensi itu menghadirkan Prof. Dr. Awang Ahmad Sallehin dari Universiti Malaysia Sarawak, Dr. Orawan Srisompun dari Mahasarakham University, Mr. Rajendra Aryal dari FAO, Dr. Joon-Yung Cha dari Gyeongsang National University, Prof. Toyoshi Yoshiga dari Saga University, dan Christian Cilas dari Cirad.
ANTARA melaporkan ICALS 2026 juga memberikan ruang publikasi melalui peluang penerbitan pada prosiding IOP Earth and Environmental Science yang terindeks Scopus. Konferensi tersebut merupakan bagian dari komitmen Unej untuk mewujudkan visinya dalam inovasi pertanian industrial berkelanjutan yang diakui secara internasional.