
400 Pelajar Ikuti Sarasehan Lingkungan Fasta
16 menit yang lalu
APGLI mendorong pengukuran emisi dan efisiensi operasional, tetapi biaya investasi masih menjadi hambatan.
Terbit · 1 min read

Asosiasi Pengusaha Green Logistics Indonesia (APGLI) mendorong pelaku usaha menerapkan logistik hijau untuk menekan emisi melalui efisiensi energi, pengukuran karbon, teknologi rendah karbon, dan rantai pasok berkelanjutan. Menurut laporan ANTARA, Ketua Umum APGLI Netty Sri Rejeki menyampaikan dorongan itu dalam keterangan yang diterima di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026).
Netty mengatakan perusahaan logistik perlu mencatat emisi dari pengangkutan barang melalui jalur darat, laut, dan udara. APGLI baru melaksanakan peluncuran pada Kamis (29/10/2026), menurut laporan tersebut.
Pencatatan emisi dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pengurangan emisi dan memperbaiki efisiensi operasional. Upaya yang diarahkan mencakup pencatatan emisi armada, efisiensi energi, dan penggunaan teknologi rendah karbon.
Menurut laporan ANTARA, data World Resources Institute Indonesia yang dikutip dalam pemberitaan itu menunjukkan sektor transportasi menyumbang 27 persen dari total emisi gas rumah kaca nasional sebesar 165.788 juta ton CO2e pada 2023. Sebanyak 93 persen emisi sektor transportasi disebut berasal dari transportasi darat.
APGLI menyiapkan edukasi dan penghitungan karbon gratis bagi perusahaan, pengembangan Zona Logistik Hijau, webinar, serta publikasi. Asosiasi itu juga menjajaki kerja sama dengan Kementerian Kehutanan untuk penanaman pohon sebagai upaya kompensasi karbon.
Netty mengatakan perusahaan dapat memulai perubahan dengan merawat armada secara berkala sesuai petunjuk pabrikan. Namun, biaya investasi dan keterbatasan pembiayaan masih menjadi kendala bagi perusahaan yang ingin beralih ke teknologi rendah emisi.
Ia menyoroti harga truk listrik yang dinilainya masih tinggi karena biaya masuk, dan meminta pemerintah meninjau tarif impor sebesar 40 persen. Netty mengatakan, “Kami sangat terkendala dengan harga. Tetapi kami ingin berubah menjadi hijau,” menurut laporan ANTARA.
Dewan Penasehat FOLU Net Sink 2030 Kementerian Kehutanan Agus Justianto menilai peluncuran APGLI dapat memperkuat keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan rendah karbon. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Hartanto mendorong pengembangan logistik hijau berjalan seiring dengan peningkatan daya saing logistik nasional.