
Jatam Tolak Rencana Translokasi Badak Pari
13 menit yang lalu
Sarasehan Fasta mengenalkan tebus karbon dan mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Terbit · 1 min read

Sebanyak 400 pelajar dari sekitar 30 sekolah mengikuti sarasehan lingkungan yang digelar Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (Fasta) di Jakarta pada Sabtu. Menurut laporan ANTARA, Ketua Dewan Pengarah Fasta Rudi Nurcahyo mengatakan kegiatan itu membahas konsep tebus karbon dan pelestarian lingkungan.
Rudi mengatakan tebus karbon mengajak setiap orang menghitung karbon yang dihasilkan, termasuk dari penggunaan transportasi dan bahan bakar, lalu memberi kompensasi dengan menanam pohon.
Rudi menjelaskan sarasehan bertajuk “Sarasehan Lingkungan; Learning from the Wild, Moving for the Earth” itu merupakan penerapan kode etik lingkungan Fasta. Prinsip tersebut menekankan bahwa alam perlu dilestarikan, bukan hanya dimanfaatkan.
Dalam kegiatan itu, para siswa juga diajak menyoroti kebakaran hutan dan lahan. Rudi menyebut minimnya tindakan pencegahan sebagai hal yang turut disoroti dalam insiden karhutla, sekaligus tantangan bagi siswa pencinta alam untuk terlibat dalam pencegahan dan perawatan lingkungan.
Menurut laporan yang sama, solidaritas di kalangan siswa pencinta alam dinilai dapat membantu menjauhkan pelajar dari kebiasaan negatif seperti tawuran dan perundungan. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Sarwoko mengatakan kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian siswa, termasuk dalam pengelolaan sampah di sekolah.
Sarwoko menyebut kegiatan itu sejalan dengan program Jaga Olah Sampah Sekolah (JOSS), yang mendorong pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan. Ia mengatakan program tersebut telah dilaksanakan di berbagai sekolah di Jakarta.
Sarwoko berharap gerakan peduli lingkungan di sekolah juga mencakup penghijauan. Ia mendorong siswa menanam dan merawat pohon agar sekolah lebih hijau dan sirkulasi udara lebih baik.
Puncak kegiatan direncanakan berlangsung di Lapangan Banteng pada 19 Desember mendatang dan diharapkan dibuka Gubernur DKI Jakarta. Siswa SMA Negeri 54 Jakarta Angelica Refalina Sitorus mengatakan sarasehan memberinya wawasan tentang pelestarian lingkungan serta kesempatan bertukar pengalaman dengan siswa dari sekolah lain.