
Jatam Tolak Rencana Translokasi Badak Pari
14 menit yang lalu
Longsor menimpa rumah di Desa Tamanayu pada 31 Oktober 2026 dan menewaskan dua orang.
Terbit · 1 min read

Imron Rosadi (40) dan anaknya, Hilya (9), meninggal dunia setelah rumah mereka tertimpa longsor di Desa Tamanayu, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Menurut laporan ANTARA yang mengutip Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho, longsor dipicu hujan berkepanjangan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur wilayah Kecamatan Pronojiwo sejak Jumat (30/10/2026) siang hingga Sabtu dini hari. Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.10 WIB pada 31 Oktober 2026.
Isnugroho mengatakan warga belum berani mendatangi lokasi untuk menolong karena hujan masih deras, kabut tebal, dan listrik padam. Setelah hujan mulai reda sekitar pukul 04.30 WIB, warga memeriksa lokasi dan menemukan kedua korban meninggal tertimpa material longsor.
Warga melaporkan kejadian kepada aparat keamanan dan pihak desa sekitar pukul 05.00 WIB, lalu berupaya mengevakuasi korban. Menurut laporan yang sama, jenazah dibawa ke rumah orang tua korban di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, untuk dimakamkan.
Aparat keamanan, pihak desa, dan warga bergotong royong membersihkan material longsor. Rumah Imron mengalami kerusakan pada bagian dapur, kamar mandi, kamar belakang, dan gudang.
Isnugroho menjelaskan pagar rumah Soleman runtuh menimpa rumah Imron. Longsor juga merusak bagian dapur rumah Wardi, tetangga korban.
BPBD memperkirakan titik longsor memiliki panjang sekitar 8 meter dan ketinggian 10 meter. Rumah Imron berada di bawah tebing yang di atasnya terdapat rumah Soleman.
Isnugroho mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor. Ia menyebut sebagian permukiman di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, berada di dekat tebing tinggi dan rawan longsor.