
Marc Klok Ingin Persib Menang atas Melbourne Victory
15 menit yang lalu
Perundingan dengan otoritas China berlanjut, sementara penangguhan terhadap sejumlah eksportir masih berlaku.
Terbit · 2 min read

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melanjutkan perundingan dengan otoritas kepabeanan China untuk mengupayakan pemulihan akses pasar bagi perusahaan eksportir sarang burung walet yang terkena penangguhan. Menurut laporan ANTARA, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menyatakan komunikasi dengan General Administration of Customs of China (GACC) masih berlangsung.
Karding menyampaikan perkembangan itu seusai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Ia mengatakan pembicaraan tersebut mencakup penyelesaian pembatasan yang dihadapi sejumlah perusahaan Indonesia.
Menurut laporan ANTARA, Karding berharap perundingan dapat membuka kembali akses pasar bagi perusahaan yang ditangguhkan dan memberi peluang bagi eksportir lain yang memenuhi persyaratan. Ia menyebut sebagian perusahaan dapat kembali dibuka atau perusahaan baru dapat masuk ke pasar China.
Namun, Karding mengatakan penangguhan terhadap sejumlah eksportir sarang burung walet Indonesia masih berlaku secara resmi. Barantin juga memperketat pengawasan terhadap perusahaan di dalam negeri agar persoalan pemenuhan standar tidak kembali menghambat akses pasar.
Pada 21 Agustus 2026, Karding menyebut 19 dari 57 perusahaan sarang burung walet terdaftar dikenai penangguhan terkait ketidakpatuhan terhadap standar ekspor ke China. Ia mengatakan penertiban di dalam negeri dilakukan untuk mencegah pembatasan yang lebih luas dari otoritas China.
Penangguhan itu tidak menghentikan seluruh ekspor sarang burung walet Indonesia ke China karena perusahaan lain yang memenuhi persyaratan masih dapat mengirimkan produk. Salah satu pengiriman yang disebut ANTARA adalah sarang burung walet asal Banten yang dilepas Barantin pada 21 Agustus 2026.
Hasil audit GACC pada Juli 2026 mencatat persoalan kandungan aluminium yang melebihi persyaratan pada sebagian produk, ketertelusuran bahan baku hingga rumah walet, serta pengawasan kepatuhan perusahaan. Barantin meminta perusahaan terkait melakukan perbaikan, memperketat pengawasan produksi, dan menyampaikan perkembangan pembenahan kepada GACC.
Barantin juga telah melakukan investigasi, mewajibkan pengujian awal kandungan aluminium, dan membentuk kelompok kerja teknis bersama GACC. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor walet ke China pada semester I 2026 bernilai 172,15 juta dolar AS atau sekitar Rp3,13 triliun, dengan volume 186,8 ton; nilai itu turun sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor sarang burung walet ke China sepanjang 2025 mencapai 380,20 juta dolar AS atau sekitar Rp6,90 triliun, setara 80,15 persen dari total nilai ekspor komoditas tersebut. China tetap menjadi tujuan utama ekspor sarang burung walet Indonesia.