
Pemerintah Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP
15 menit yang lalu
Iran menyatakan siap berdiplomasi maupun menghadapi konfrontasi militer, sementara keputusan untuk mencegah perang berada di tangan AS.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan Iran telah menyampaikan respons tegas dan rasional kepada Amerika Serikat (AS). Ia menyebut keputusan untuk mencegah perang kembali kini berada di tangan AS.
Qalibaf menyampaikan pernyataan itu dalam sidang parlemen pada Selasa (3/11/2026). Ia juga memimpin tim negosiasi Iran dalam perundingan dengan AS.
Qalibaf menyatakan Iran tetap siap menempuh diplomasi maupun menghadapi konfrontasi militer. Ia juga mengatakan angkatan bersenjata Iran berada dalam tingkat kesiapsiagaan pertahanan tertinggi.
Qalibaf memperingatkan bahwa jika AS kembali melakukan kesalahan strategis, negara itu akan menghadapi medan pertempuran baru dan kesulitan mencari jalan keluar. Pernyataan tersebut merupakan peringatan yang disampaikan Qalibaf, bukan kepastian mengenai tindakan yang akan terjadi.
Qalibaf menuduh AS berupaya mendominasi Iran dalam jangka panjang. Menurut dia, AS sebelumnya mengandalkan pemerintahan yang sejalan dengan kepentingannya, tetapi kini menggunakan perang militer, ekonomi, dan psikologis.
Ia juga menyatakan Iran tidak akan menyerah pada ancaman militer dan memperingatkan bahwa kesalahan perhitungan AS akan memicu respons yang tidak dapat diprediksi. Menurut Qalibaf, respons Iran terhadap serangan baru tidak akan dibatasi oleh batas geografis.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kontak diplomatik tidak langsung Iran-AS setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Dalam laporan yang sama, ANTARA menyebut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Senin (2/11/2026) mengatakan Iran masih bertukar pesan dengan AS melalui mediator.
Baqaei mengatakan proposal diplomatik Iran yang telah direvisi dan terdiri atas tujuh tahap dapat diterapkan sepenuhnya dalam dua hari. Ia menyebut pemulihan keamanan di Selat Hormuz bergantung pada kesediaan AS mengakhiri blokade laut serta memenuhi tuntutan Iran, termasuk pelonggaran sanksi dan pembebasan aset Iran yang dibekukan. Iran menyatakan tetap terbuka pada diplomasi, sembari memperingatkan militernya siap merespons tindakan militer baru.