
Pejabat Iran Ejek Trump Usai Pemilu Sela AS
10 menit yang lalu
Insentif KLM disalurkan melalui pembiayaan perbankan dan pendalaman pasar uang.
Terbit · 1 min read

Bank Indonesia (BI) menyalurkan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada perbankan sebesar Rp458,5 triliun hingga pekan pertama Oktober 2026, menurut laporan CNN Indonesia.
Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan angka tersebut dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Insentif disalurkan melalui pembiayaan perbankan dan pendalaman pasar uang.
Dari total tersebut, alokasi melalui jalur pembiayaan KLM mencapai Rp336,4 triliun. Sementara itu, alokasi melalui KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) tercatat Rp122,1 triliun, menurut laporan yang sama.
Insentif KLM mencakup sejumlah sektor prioritas, yakni pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estat dan perumahan.
Sektor penerima lainnya meliputi usaha mikro, kecil, dan menengah, koperasi, inklusi, serta kegiatan berkelanjutan. Bahan sumber tidak merinci nilai alokasi untuk masing-masing sektor.
Destry mengatakan jalur pendalaman pasar uang mendorong redistribusi likuiditas di perbankan sekaligus meningkatkan transaksi di pasar uang rupiah.
BI menetapkan besaran insentif KLM sebesar 5 persen yang berlaku efektif mulai 1 Desember 2026. Insentif melalui jalur pembiayaan ditetapkan paling tinggi 3 persen dari dana pihak ketiga.
Insentif jalur pembiayaan diberikan melalui perluasan kredit atau pembiayaan kepada sektor usaha yang mendukung penciptaan lapangan kerja. Sementara itu, insentif PPU ditetapkan paling tinggi 2 persen dan diarahkan untuk mendorong redistribusi likuiditas serta meningkatkan intermediasi perbankan.