
Kemenhub Desak KAI Percepat Pengadaan Kereta KRL
22 menit yang lalu
Brian Yuliarto menilai industrialisasi dan kolaborasi riset penting untuk mendorong inovasi serta memanfaatkan bonus demografi.
Terbit · 1 min read

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan Indonesia perlu mempercepat pembangunan sektor industri nasional. Langkah tersebut dinilai mendesak untuk memanfaatkan momentum bonus demografi sekaligus membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Menurut laporan ANTARA, pernyataan itu disampaikan dalam acara Danantara Technology & Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta pada Senin (26/10/2026). Brian menyebut periode menuju 2045 menjadi fase penting karena jendela peluang bonus demografi diperkirakan tertutup pada tahun tersebut.
Menurut laporan yang sama, penguatan industrialisasi menjadi salah satu kunci untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah. Brian menilai Indonesia perlu menghentikan deindustrialisasi dan memperbanyak pembangunan industri.
Ia mencontohkan Korea Selatan, China, dan India yang mengembangkan industri sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. “Cukup sudah berbagai teori-teori, tetapi kita harus mendirikan industri secepat-cepatnya. Itu menjadi kunci. Karena dengan industri yang berdiri tentu inovasi akan tumbuh,” ujarnya.
Selain mempercepat pembangunan industri, Brian menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan perguruan tinggi dalam penelitian dan pengembangan teknologi. Riset di kampus, menurut dia, perlu menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan industri, bukan hanya berhenti pada publikasi ilmiah.
Brian juga menyebut industri perlu meningkatkan keterlibatan dalam pendanaan dan pelaksanaan riset bersama perguruan tinggi. Ia mengatakan di banyak negara maju, riset yang didanai industri lebih dominan dibandingkan pendanaan pemerintah untuk riset.
Menurut Brian, hingga 70 persen pendanaan riset di Turki berasal dari industri. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah lulusan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja seiring pembangunan industri berbasis sains dan teknologi.
Brian mengatakan perguruan tinggi menantikan penugasan dari pelaku industri dan Danantara untuk melakukan diseminasi sumber daya manusia dan riset, serta mendorong industri. “Jadi kami di perguruan tinggi sangat menantikan, silakan bapak ibu industri, Danantara, menugaskan kami di perguruan tinggi untuk melakukan diseminasi sumber daya manusia, riset dan selanjutnya untuk mendorong industri yang ada,” ucap Brian.