
Kemenhub Desak KAI Percepat Pengadaan Kereta KRL
18 menit yang lalu
Danantara menyatakan merger Garuda dan Pelita Air baru dilakukan setelah Garuda pulih dan sehat.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, rencana penggabungan maskapai pelat merah antara Pelita Air dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dipastikan belum akan terealisasi dalam waktu dekat.
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan hal itu ketika ditemui di sela-sela acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dony menjelaskan, merger baru akan dieksekusi apabila kondisi Garuda Indonesia sudah benar-benar pulih dan sehat. Jika dipaksakan saat ini, langkah tersebut justru berisiko menjadi beban bagi kedua perusahaan.
"Kita perbaiki dulu yang Garudanya, harus betul-betul sukses dulu melakukan transformasi terhadap bisnisnya," ujar Dony.
Menurut Dony, perbaikan menyeluruh di Garuda menyentuh seluruh aspek layanan penumpang, mulai dari tahap pra-penerbangan, selama penerbangan, hingga pascapenerbangan. Ia secara khusus menyoroti kualitas layanan, seperti durasi proses lapor diri penumpang hingga kualitas layar hiburan di dalam kabin pesawat.
"Ini masih jauh transformasi Garuda dari apa yang kita harapkan. Makanya dia terus melakukan transformasi," ujar Dony.
Menurut laporan yang sama, sebagai bagian dari perombakan, Garuda Indonesia juga bersiap mengubah identitas maskapai. Perusahaan tidak akan mengganti nama, tetapi identitasnya akan diperbarui.
Perubahan itu mencakup penyegaran seragam awak kabin yang dinilai sudah cukup lama tidak berganti.
Dony berharap tampilan yang lebih segar dapat membawa semangat dan motivasi baru. Ia menyebut merger baru akan dilakukan setelah Garuda Indonesia dan Pelita Air sama-sama dalam kondisi baik.