
Veda Ega Start Kedelapan di Moto3 Malaysia
9 menit yang lalu
Permintaan KDKMP mencapai sekitar 533 ton, sementara stok CBP Bulog Semarang tercatat 81.600 ton.
Terbit · 1 min read

Perum Bulog Kantor Cabang Semarang menyiapkan distribusi beras melalui sejumlah saluran, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurut laporan ANTARA, Pemimpin Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa menyampaikan hal itu di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026).
Yudha mengatakan Bulog menyalurkan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menyediakan beras komersial sesuai kebutuhan pasar. Jaringan distribusinya mencakup ritel modern, ritel binaan Bulog, dan KDKMP.
Permintaan KDKMP di wilayah kerja Bulog Semarang telah mencapai sekitar 533 ton. Yudha menyebut jumlah tersebut sebagai permintaan pasokan yang sudah masuk.
Menurut laporan yang sama, pengembangan pasar komersial itu ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras berkualitas melalui jaringan distribusi baru. Bulog juga membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha yang membutuhkan pasokan beras komersial.
Yudha mengatakan mekanisme penyaluran beras komersial disesuaikan dengan permintaan pasar, termasuk kebutuhan ritel dan mitra strategis. Bulog Semarang juga melayani permintaan beras premium dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi jumlahnya tidak banyak karena SPPG bebas memilih pemasok.
Hingga akhir Oktober 2026, Bulog Semarang mengelola stok CBP sebanyak 81.600 ton. Stok itu digunakan untuk bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta penanganan kondisi tertentu.
Stok Bulog Semarang disebut mampu memenuhi kebutuhan sekitar empat hingga lima bulan sebelum masa panen berikutnya pada 2027. Stok tersebut dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.