
BSG Sepakati Perubahan Tiga Jabatan Direksi
32 menit yang lalu
Realisasi penyerapan beras Bulog mencapai 106 persen dari target 2026 melalui koordinasi dengan petani dan pihak terkait.
Terbit · 2 min read

Perum Bulog mencatat penyerapan gabah setara beras dalam negeri sebesar 4,25 juta ton hingga 28 Oktober 2026, melampaui target 4 juta ton untuk tahun ini. Menurut laporan ANTARA, Wakil Pemimpin Cabang Perum Bulog Semarang Kurnia Pradipta menyebut pencapaian itu didukung koordinasi dengan petani dan pemangku kepentingan pangan.
Kurnia menyampaikan hal tersebut dalam kunjungan media terkait penyerapan beras di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Hingga 28 Oktober 2026, realisasi nasional itu setara 106 persen dari target, menurut laporan yang sama.
Menurut Kurnia, petani dan gabungan kelompok tani memberikan informasi kesiapan panen. Penyuluh pertanian lapangan dan Bintara Pembina Desa membantu menghubungkan petani dengan petugas Bulog serta menyampaikan informasi potensi panen di wilayah masing-masing.
Ia mengatakan Bulog sejak awal tahun berkoordinasi dengan dinas pertanian, penyuluh, dan Bintara Pembina Desa. Saat menerima informasi panen, Tim Jemput Pangan Bulog berkoordinasi dan mendatangi lokasi dengan menyiapkan armada serta petugas pemeriksa kualitas.
Dalam salah satu kegiatan di Kabupaten Kendal, tim Bulog mendatangi area persawahan untuk membeli, memeriksa, dan menimbang gabah. Petugas bergerak berdasarkan informasi potensi panen dari lahan sekitar setengah hektare dengan perkiraan hasil 4 hingga 6 ton gabah kering panen.
Bulog menyesuaikan armada dengan perkiraan volume gabah dan memeriksa kualitas serta jumlahnya sebelum pembelian. Pembayaran dapat dilakukan tunai atau melalui transfer sesuai kesepakatan, pada hari yang sama atau hari berikutnya bergantung pada waktu panen dan penyelesaian administrasi.
Untuk pembelian gabah kering panen di tingkat petani, Bulog mengacu pada harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk GKP tanpa membedakan kualitas dan dengan kondisi cukup usia panen sesuai ketentuan pemerintah. Kurnia mengatakan informasi dari penyuluh dan Bintara Pembina Desa membantu Bulog mengetahui lokasi yang masih panen setelah masa panen raya.
Setelah dibeli, gabah dibawa ke sentra penggilingan padi Bulog Kendal atau mitra pengolahan untuk menjalani proses pengeringan menjadi gabah kering giling, sebelum diolah menjadi beras. Beras hasil pengolahan disimpan di gudang Bulog sebagai bagian dari pengelolaan cadangan beras pemerintah; perusahaan menyatakan akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen dalam negeri.