
Martina Lengkong dan Pengurus W/KI GMIM Kembes Berbagi
14 menit yang lalu
Bursa Asia dibuka menguat didorong saham teknologi dan turunnya harga minyak, sementara investor menanti keputusan The Fed.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Penguatan itu mengikuti kenaikan Wall Street di tengah reli saham teknologi dan turunnya harga minyak.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik lebih dari 0,7 persen, sedangkan Topix menguat 0,3 persen. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 2 persen saat pembukaan, dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,8 persen.
Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, menguat 0,8 persen. Penguatan bursa Asia terjadi setelah indeks-indeks utama Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (27/10/2026).
Menurut laporan yang sama, saham-saham semikonduktor di Amerika Serikat (AS) kembali menguat setelah Broadcom mengumumkan bahwa sejumlah bank akan menyediakan pembiayaan US$63 miliar. Dana itu untuk membeli cip dan solusi jaringan Broadcom yang akan disewakan kepada Anthropic, perusahaan di balik kecerdasan buatan Claude. Saham Broadcom naik 4 persen, Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 5,5 persen, dan Micron Technology menguat 2,8 persen, sehingga indeks Nasdaq Composite naik 1,2 persen.
Selain saham teknologi, pasar saham AS mendapat dukungan dari penurunan harga minyak. Penurunan itu terjadi setelah muncul kabar bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bertemu dengan pejabat keamanan senior Mohsen Rezaei untuk membahas persyaratan mengakhiri perang dengan AS.
Pada Rabu, perhatian investor tertuju pada keputusan kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang baru menyelesaikan rapat dua hari. The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75-4 persen, setelah menaikkannya 25 basis poin pada pertemuan September. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas suku bunga dipertahankan mencapai sekitar 92 persen.
Sebagian pelaku pasar memperkirakan Ketua The Fed Kevin Warsh dapat memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih terbuka pada pertemuan mendatang. Keputusan dijadwalkan diumumkan pukul 14.00 waktu setempat. Investor juga menantikan laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang dirilis setelah penutupan Wall Street pada Rabu, diawali oleh Alphabet dan Microsoft dari kelompok Magnificent Seven.
Saham teknologi, terutama perusahaan yang terkait dengan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan, tertekan dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran soal pembiayaan pengembangannya. Kepala Strategi Ekuitas AS Morgan Stanley, Mike Wilson, menilai pemulihan belakangan ini mengindikasikan fase koreksi pasar mungkin mendekati akhir. "Sebagian besar koreksi sudah berakhir," ujar Wilson dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa.
Menurut laporan yang sama, Wilson menilai pasar telah melewati fase koreksi selama empat hingga lima bulan. Ia juga menyebut pasar mampu menyerap tekanan tersebut secara relatif efisien.