
PSS Sleman dan Bhayangkara FC Berimbang 1-1
18 menit yang lalu
Agenda mencakup inflasi AS dan China, perdagangan China, serta indikator konsumsi Indonesia.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, pasar global pada pekan 9-13 November 2026 akan mencermati sejumlah rilis ekonomi dari Indonesia, China, Amerika Serikat, dan Jepang. Data inflasi, perdagangan, konsumsi, serta penjualan kendaraan dijadwalkan terbit sepanjang pekan tersebut.
Di Indonesia, Bank Indonesia dijadwalkan merilis Indeks Keyakinan Konsumen Oktober pada Senin (9/11/2026) pukul 10.00 WIB dan data penjualan eceran September pada Selasa (10/11/2026) pukul 10.00 WIB. Laporan yang sama menyebut kedua indikator itu menjadi perhatian untuk membaca daya beli dan konsumsi rumah tangga.
IKK pada September tercatat 118,1, turun dari 118,5 pada Agustus, tetapi tetap di atas 100. Untuk penjualan eceran September, BI sebelumnya memperkirakan Indeks Penjualan Riil tumbuh 1,4 persen secara tahunan menjadi 221,3, sementara secara bulanan diproyeksikan turun 2,3 persen.
China dijadwalkan merilis inflasi konsumen dan produsen Oktober pada Senin (9/11/2026) pukul 08.30 WIB, lalu data ekspor dan impor pada Selasa (10/11/2026) pukul 10.00 WIB. Menurut laporan yang sama, data tersebut akan memberi gambaran tentang permintaan domestik, tekanan biaya industri, dan ketahanan perdagangan China.
Pada September, inflasi konsumen China naik menjadi 0,9 persen secara tahunan, sedangkan inflasi produsennya mencapai 5 persen. Ekspor tumbuh 36,3 persen menjadi US$447,18 miliar dan impor meningkat 31 persen menjadi US$313,66 miliar; laporan itu menyebut perkembangan perdagangan China penting bagi prospek ekspor komoditas Indonesia.
Amerika Serikat dijadwalkan merilis inflasi konsumen dan inflasi inti Oktober pada Selasa (10/11/2026) pukul 20.30 WIB, disusul inflasi produsen pada Jumat (13/11/2026) pukul 20.30 WIB. Pada September, inflasi konsumen AS mencapai 3,7 persen secara tahunan dan inflasi produsen melonjak 6,3 persen, menurut laporan yang sama.
Laporan CNBC Indonesia menyebut data inflasi AS dapat memengaruhi perkiraan kebijakan suku bunga Federal Reserve, dolar AS, imbal hasil obligasi, dan pasar saham. Angka Oktober yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar dan menekan aset berisiko, sedangkan inflasi yang lebih rendah dapat meredakan ekspektasi pengetatan moneter.
China juga dijadwalkan merilis data penjualan kendaraan Oktober pada Rabu (11/11/2026), sementara Jepang akan mengumumkan inflasi produsen pada Kamis (12/11/2026) pukul 06.50 WIB. Pada September, penjualan kendaraan China turun 8,4 persen secara tahunan, tetapi penjualan kendaraan energi baru naik 13,6 persen; inflasi produsen Jepang melambat menjadi 6,8 persen.