
Pelni Siapkan 26 Kapal untuk Diskon Nataru
15 menit yang lalu
Sebanyak 500 orang terkaya dunia kehilangan total kekayaan US$185 miliar pada Kamis, menurut laporan CNBC Indonesia.
Terbit · 1 min read

Hasil pemilu sela Amerika Serikat yang dimenangi Partai Demokrat disebut memicu penurunan kekayaan para konglomerat global. Menurut laporan CNBC Indonesia, total kekayaan 500 orang terkaya dunia menyusut US$185 miliar atau sekitar Rp3.353 triliun.
Penurunan itu tercatat pada Kamis (5/11/2026), setelah pemilu sela AS pada awal November. Laporan tersebut mengacu pada Indeks Miliarder Bloomberg.
CEO Nvidia Jensen Huang turun dari peringkat kesembilan ke posisi ke-13 dalam daftar tersebut. Kekayaannya berkurang US$15,1 miliar atau sekitar Rp273,6 triliun menjadi US$150,9 miliar atau sekitar Rp2.734 triliun.
Laporan yang sama menyebut saham Nvidia anjlok 9,3 persen. Kekhawatiran mengenai kemungkinan kebijakan Partai Demokrat membatasi pembangunan pusat data disebut sebagai pemicu penurunan tersebut.
Nvidia, SpaceX, dan Oracle disebut terlibat dalam pembangunan jaringan pusat data. Perusahaan-perusahaan itu termasuk yang terdampak sentimen politik terkait hasil pemilu, menurut laporan tersebut.
Pemilik SpaceX Elon Musk mencatat penurunan kekayaan sebesar US$79,7 miliar atau setara Rp1.444 triliun. Angka itu merupakan salah satu kerugian yang dicatat dalam laporan tersebut.
Pendiri Oracle Larry Ellison juga mengalami penurunan kekayaan sebesar US$10,1 miliar atau sekitar Rp183 triliun. Laporan itu mengaitkan penurunan kekayaan para tokoh tersebut dengan sentimen hasil pemilu sela AS.