
PSS Sleman dan Bhayangkara FC Berimbang 1-1
18 menit yang lalu
Moskow menyatakan pengerahan pasukan asing di Ukraina tidak dapat diterima dan dapat meningkatkan eskalasi konflik.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Rusia akan menganggap setiap unit militer asing yang dikerahkan di Ukraina sebagai target yang sah. Rusia juga memperingatkan pengerahan tersebut dapat meningkatkan eskalasi konflik.
Zakharova menyampaikan pernyataan itu pada 7 November 2026. Ia menanggapi latihan militer Koalicja 26.2 yang dijadwalkan berlangsung di Ukraina pada 9-22 November.
Zakharova menuduh negara-negara Barat mengabaikan kekhawatiran keamanan Rusia dan memicu ketegangan. Menurutnya, Inggris dan Prancis berharap mempertahankan pijakan di Ukraina melalui pengerahan pasukan multinasional untuk menghadapi Rusia.
Ia menyatakan pengerahan kontingen militer asing di Ukraina tidak dapat diterima, baik melalui Koalisi Sukarela maupun kelompok lain. Zakharova juga mengatakan intervensi militer semacam itu akan menambah ancaman keamanan bagi Rusia.
Menurut laporan yang sama, Zakharova menilai pengerahan yang direncanakan akan memperdalam keterlibatan negara-negara Eropa anggota NATO dalam konflik. Ia juga mengatakan Moskow akan mencapai tujuan operasi militer khususnya.
Zakharova menyebut latihan itu akan dimulai menjelang dilanjutkannya kembali perundingan Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina di Abu Dhabi. Menurutnya, keadaan tersebut menunjukkan negara-negara Eropa tidak memiliki tempat di meja perundingan.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pembentukan pasukan multinasional di Ukraina diumumkan setelah pertemuan Koalisi Sukarela di Kiev pada 24 Agustus 2026. Pernyataan tersebut merupakan posisi yang disampaikan pihak Rusia.