
Maruarar Siapkan Bantuan Perumahan untuk Kampung Bahari
14 menit yang lalu
Investor perlu menilai emiten secara mandiri dan memperhatikan data serta fundamental ekonomi.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengajak investor menjadikan data, fundamental perusahaan, dan kondisi ekonomi nasional sebagai dasar keputusan investasi. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan pesan itu dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dradjad mengatakan investor perlu menghitung dan menilai sendiri sebelum mengambil keputusan investasi karena dana yang digunakan merupakan milik mereka. Ia juga menyebut pandangan lembaga indeks internasional seperti FTSE Russell dan Bloomberg tetap perlu diperhatikan.
Namun, menurut Dradjad, investor perlu menilai emiten secara mandiri. Pertimbangannya mencakup kinerja perusahaan, valuasi saham, dan prospek fundamental ekonomi Indonesia.
Ia mengatakan keputusan investasi sebaiknya tidak hanya bertumpu pada sentimen atau informasi yang beredar di pasar. Analisis tersebut, menurutnya, membantu investor menilai perusahaan dan kondisi ekonomi sebagai dasar keputusan.
Dradjad juga menekankan pembenahan pasar modal melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan penegakan aturan. Ia menyebut keterbukaan informasi kepemilikan saham sebagai salah satu aspek transparansi yang perlu terus diperkuat.
Pemerintah, menurut laporan yang sama, terus berkomunikasi dengan lembaga indeks dan pelaku pasar untuk mendorong perbaikan pasar modal. Dradjad juga menilai penguatan investor domestik perlu ditopang ekosistem investasi yang sehat, kepastian aturan, dan tata kelola yang baik.
Dalam keterangannya, Dradjad turut menyoroti komunikasi ekonomi berbasis data dan potensi pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengatakan persepsi tentang daya beli masyarakat perlu dilihat dengan mempertimbangkan perubahan pola konsumsi serta perkembangan berbagai sektor ekonomi.
Dradjad menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026. Sebanyak 17 dari 38 provinsi tumbuh di atas rata-rata nasional, termasuk tujuh provinsi yang mencatat pertumbuhan lebih dari 6 persen. Ia mengingatkan masyarakat agar memeriksa data dan mempertimbangkan keputusan investasi dengan cermat. Capaian tersebut menunjukkan adanya sumber pertumbuhan di berbagai wilayah yang perlu terus dioptimalkan melalui penguatan sektor produktif, inovasi, dan iklim investasi yang kondusif.