
Jalur Pendakian Gunung Andong Ditutup
12 menit yang lalu
Usaha keluarga Antoni berkembang dengan dukungan pembiayaan, klaster pedagang, dan perluasan pasar jeruk Semboro.
Terbit · 1 min read

Antoni mengembangkan perdagangan jeruk Semboro dari usaha keluarga di Jember, Jawa Timur, hingga mampu memasok berbagai daerah di Indonesia. Menurut laporan Manado Post, ia membentuk klaster usaha beranggotakan 22 orang untuk memperkuat kapasitas pedagang kecil melalui akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.
Antoni mulai menekuni budidaya jeruk pada 1997 dan memperluas usaha ke perdagangan serta pengiriman antardaerah pada 2001. Usahanya kini mencakup budidaya, penyewaan kebun, dan distribusi.
Laporan itu menyebut keterbatasan modal menjadi kendala bagi pedagang kecil yang ingin membeli lebih banyak jeruk dari petani. Melalui klaster yang diprakarsai Antoni, anggota memperoleh pembiayaan untuk meningkatkan kemampuan membeli hasil panen.
“Teman-teman pedagang kecil sebenarnya punya pasar dan kemauan untuk berkembang, tetapi sering terkendala modal. Mereka ingin membeli jeruk lebih banyak dari petani, tetapi kemampuan modalnya terbatas. Karena itu, kami mencoba membentuk klaster agar bisa berkembang bersama dan memanfaatkan akses pembiayaan dari BRI. Alhamdulillah, setelah mendapatkan dukungan modal, kemampuan membeli dan menjual mereka mulai meningkat,” ujar Antoni, menurut laporan yang sama.
Dalam kurun sekitar empat hingga lima tahun, sejumlah anggota klaster beralih dari sepeda motor ke kendaraan roda tiga untuk mengangkut hasil panen. Perubahan itu memungkinkan mereka membeli jeruk lebih banyak dan memperluas distribusi.
Jaringan pemasaran Antoni menjangkau Yogyakarta, Cirebon, Pangkalpinang, Jakarta, Lombok, hingga Papua. Pada masa panen raya, agen yang bekerja sama dengannya dapat mengirim dua hingga tiga truk per hari, dengan kapasitas sekitar 6,5–7 ton per truk.
Selain pembiayaan, klaster mendapat dukungan berupa timbangan, peti buah, dan keranjang bambu. Anggotanya juga mengikuti pembinaan melalui program Desa BRILiaN dan kegiatan bazar untuk memperkenalkan jeruk Semboro.
Perkembangan perdagangan turut membuka pekerjaan dalam pemetikan, penanganan, pengemasan, dan pengangkutan buah. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan dukungan bagi UMKM mencakup pembiayaan dan pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas pasar.