
KPK Geledah Enam Perusahaan Afiliasi Djarum
10 menit yang lalu
Pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri diprioritaskan sebelum ekspor dipertimbangkan kembali.
Terbit · 1 min read

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mengurangi ekspor gas ke Singapura untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri. Menurut laporan iNews.id, ekspor akan dipertimbangkan kembali jika pasokan domestik telah mencukupi.
Bahlil menyampaikan hal itu saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ia mengatakan kebutuhan gas untuk industri dan sektor lain di dalam negeri menjadi prioritas sebelum pemerintah mengirim pasokan ke negara lain.
Bahlil menyebut pemerintah akan melihat perkembangan pasokan domestik sebelum memutuskan pengiriman ekspor. Ia menyatakan ekspor dapat dilakukan kembali apabila kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi.
Pengurangan ekspor gas ke Singapura yang disebut Bahlil mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Menurut laporan yang sama, angka pengurangan itu merupakan bagian dari total kontrak pengiriman gas melalui pipa sebesar 409 MMSCFD.
Bahlil mengatakan pemangkasan tersebut belum melanggar kontrak yang disepakati karena pengiriman masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan. Laporan itu tidak merinci besaran batas minimum tersebut.