
BYD Ungkap Desain Sedan Yangwang Altior
13 menit yang lalu
Festival Raya Tani 2026 menyoroti kontribusi perempuan petani dan akses mereka terhadap pasar serta sumber daya.
Terbit · 2 min read

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengajak pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat berinvestasi pada perempuan petani melalui Festival Raya Tani 2026, menurut laporan ANTARA.
Festival itu berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Kegiatan festival mencakup Suara Tani, berupa diskusi petani, Rembuk Tani sebagai dialog kebijakan, dan Pasar Tani. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat suara petani perempuan dan memperluas akses pasar mereka.
Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal, mengatakan festival itu mengangkat kisah di balik makanan serta kerentanan dan ketangguhan perempuan petani menghadapi perubahan iklim. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan di Jakarta pada Minggu (1/11/2026).
Laporan FAO berjudul “The Unjust Climate” menyebut dampak perubahan iklim tidak netral gender. Rumah tangga perdesaan di negara berpenghasilan rendah dan menengah yang dikepalai perempuan, menurut FAO, kehilangan pendapatan tahunan 8 persen lebih besar atau setara 37 miliar dolar AS akibat tekanan panas, serta 3 persen lebih besar atau sekitar 16 miliar dolar AS akibat banjir, dibandingkan rumah tangga yang dikepalai laki-laki.
FAO memperkirakan penutupan kesenjangan gender dapat meningkatkan produk domestik bruto global sebesar 1 triliun dolar AS dan mengurangi kerawanan pangan bagi 45 juta orang. Festival ini diinisiasi FAO dan UN Women bersama PIJAR Foundation serta World Food Forum Indonesia untuk memperingati Tahun Internasional Petani Perempuan 2026 dan Hari Pangan Sedunia.
Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Fajar Nuradi, mengatakan ketahanan pangan berkaitan erat dengan perubahan iklim. Ia menyatakan peningkatan kapasitas pertanian cerdas iklim serta perluasan akses pendanaan, bibit, dan lahan diperlukan bagi petani, termasuk petani muda dan perempuan.
Festival tersebut juga menghadirkan produk segar dan produk bernilai tambah dari petani serta produsen perempuan. Produk yang disebut dalam laporan mencakup olahan sagu dari Riau, rumput laut dari Nusa Tenggara Timur, dan produk organik dari 19 provinsi; sebagian terkait kemitraan FAO dan UN Women dengan pemerintah Indonesia serta komunitas lokal.