
ACE Proyeksikan Kebutuhan Energi ASEAN Naik 400 Persen
11 menit yang lalu
SMEXPO mempertemukan UMKM binaan Pertamina dengan pasar dan mendukung pengembangan usaha.
Terbit · 1 min read

Pertamina menghadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi untuk memperluas akses pasar bagi UMKM binaannya. Menurut laporan CNBC Indonesia, kegiatan tersebut melibatkan 50 UMKM dan menjadi wadah untuk mengenalkan produk serta membuka peluang pengembangan usaha.
SMEXPO berlangsung di Bekasi pada Sabtu (31/10/2026). Sebanyak 25 UMKM hadir langsung, sedangkan produk dari 25 peserta lainnya dipasarkan di lokasi acara.
Salah satu peserta adalah Imah Keramik dari Bogor, yang digeluti Sissy. Usaha tersebut menawarkan perhiasan keramik dengan ukiran, bentuk unik, dan motif batik; pengunjung juga dapat merangkai gelang dengan memilih ornamen.
Sissy mengatakan ajang itu menjadi kesempatan untuk mengenalkan inovasi produk keramik yang baru dikembangkan tahun ini. Ia mengatakan, “Kami membutuhkan sarana seperti SMEXPO untuk memperkenalkan produk ini kepada pasar.”
Sekretaris Perusahaan Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa SMEXPO merupakan bagian dari pembinaan UMKM untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Menurut Arya, ajang itu juga mempertemukan pelaku usaha binaan dengan pasarnya.
Menurut laporan yang sama, SMEXPO telah digelar di Pekanbaru, Cirebon, dan Yogyakarta. Kegiatan itu direncanakan berlanjut ke Cilacap, sebelum puncak SMEXPO nasional di Jakarta.
Penyelenggaraan di Bekasi didukung Pertamina Foundation serta Patra Jasa, Perta Life Insurance, IHC, dan Pertamina Lubricants. Arya menilai peningkatan penjualan dapat berdampak pada pekerja, membantu UMKM mengembangkan bisnis, dan berpotensi menambah lapangan kerja.
Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana mengatakan UMKM menghadapi tantangan pembiayaan, akses pasar, dan kualitas produk sehingga perlu pendampingan berkelanjutan. Program pemberdayaan Pertamina Foundation menjangkau mitra binaan dan pahlawan lokal di 28 provinsi, dengan fokus meningkatkan kualitas produk, daya saing, dan kemandirian usaha. Ketua Umum Persatuan Wanita Patra Priscilia Simon Mantiri mengatakan perempuan pelaku UMKM berperan menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan usaha dapat memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.