
Ana/Trias Bidik Gelar Hylo Open 2026
13 menit yang lalu
GGMI Batam menilai ekonomi biru dan lumbung ikan nasional dapat mendukung ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat pesisir.
Terbit · 2 min read

Gerakan Generasi Milenial Indonesia (GGMI) Batam menilai penguatan ekonomi biru dan pengembangan lumbung ikan nasional dapat mendukung ketahanan pangan. Menurut laporan ANTARA, Ketua GGMI Batam M Ghoji Alghifari Lubis menyampaikan pandangan itu dalam diskusi publik di Batam.
Diskusi bertajuk “Menatap Masa Depan Ekonomi Biru & Lumbung Ikan Nasional dalam Asta Cita” tersebut berlangsung pada Rabu (28/10/2026) dan diikuti sekitar 60 peserta.
Ghoji mengatakan sektor kelautan dan perikanan dapat memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ia mengajak generasi milenial berkontribusi melalui gagasan, inovasi, kewirausahaan, dan partisipasi masyarakat.
Menurut laporan yang sama, Ghoji menyebut momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi pada pembangunan, terutama dengan memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan.
Pengamat Universitas Batam Fendi Hidayat menilai Kepulauan Riau memiliki peluang mengembangkan perikanan tangkap, budi daya laut, industri pengolahan, serta perdagangan dan konektivitas maritim. Pengelolaan yang terarah, menurut Fendi, dapat memperkuat ekonomi daerah dan mendukung ketahanan pangan.
Fendi menjelaskan bahwa lumbung ikan nasional memerlukan sistem terintegrasi, dari produksi dan pendaratan ikan hingga penyimpanan, pengolahan, dan distribusi. Pelabuhan perikanan, penyimpanan berpendingin, serta jaringan distribusi antarpulau dinilai penting untuk menjaga mutu dan daya saing hasil perikanan.
Sebagai gambaran potensi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau menyebut produksi ikan provinsi itu rata-rata sekitar 339 ribu ton per tahun, ditambah 39 ribu ton dari budi daya. Angka tersebut disampaikan pada November 2025, menurut laporan ANTARA.
Laporan yang sama menyebut Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat produksi perikanan nasional 19,89 juta ton hingga triwulan ketiga 2026, sementara pertumbuhan PDB sektor perikanan mencapai 6,86 persen pada triwulan kedua 2026. Dinas Perikanan Batam juga melaporkan pada September 2026 bahwa lima lokasi Kampung Nelayan Merah Putih telah mendapat persetujuan KKP untuk pembangunan tahun itu.
Fendi menilai pengembangan infrastruktur dan pengolahan dapat memperluas manfaat ekonomi bagi nelayan, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir. Ia juga menekankan perlunya menjaga kelestarian ekosistem laut agar pemanfaatan sumber daya perikanan berkelanjutan.