
Garudayaksa FC Bidik Gelar I.League Cup
13 menit yang lalu
IHSG melemah pada perdagangan 3 November, sementara faktor domestik dan global menjadi perhatian pasar.
Terbit · 2 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 192,54 poin atau 3,78% ke level 4.904,29 pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Menurut laporan CNBC Indonesia, data Stockbit mencatat pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan tersebut.
IHSG sempat dibuka menguat di area 5.126, lalu berbalik turun dan menembus level 5.000 sebelum pukul 11.00 WIB. Pada tengah hari, indeks berada di 4.942,84 atau melemah 3,02%.
Memasuki sesi kedua, IHSG turun sekitar 38 poin dan bertahan di sekitar level 4.900 menjelang penutupan. Volume perdagangan tercatat 226,69 juta lot dengan nilai transaksi Rp10,22 triliun.
Laporan yang sama menyebut pemilu sela Amerika Serikat dan harga minyak dunia sebagai faktor yang menjadi perhatian pasar. Agenda Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan data inflasi juga disebut sebagai kemungkinan penggerak sentimen. Menurut University of Florida Election Lab, lebih dari 57 juta warga AS telah memberikan suara lebih awal hingga Senin, melampaui 46 juta pemilih pada pemilu sela 2022.
Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 7% pada Senin (2/11/2026), seiring meningkatnya harapan berakhirnya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran setelah perundingan yang melibatkan pejabat Iran dan Qatar. Minyak Brent ditutup turun 7,63% ke US$104,77 per barel, sedangkan West Texas Intermediate turun 7,36% ke US$96,46 per barel.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran akan berupaya menyelesaikan konflik melalui dialog, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang mungkin tercapai. Laporan CNBC Indonesia menyebut penurunan harga minyak menjadi kabar baik bagi Indonesia sebagai importir neto minyak, terutama untuk mengurangi tekanan terhadap APBN dan inflasi.
KSSK akan menggelar rapat dan konferensi pers pada Selasa (3/11/2026). Hasil kajian sistem keuangan Indonesia pada kuartal ketiga dan kebijakan yang akan disampaikan anggota KSSK menjadi bagian dari agenda tersebut.
PMI Manufaktur China versi RatingDog turun menjadi 52,0 pada Oktober 2026 dari 52,1 pada September, tetapi tetap di atas perkiraan pasar sebesar 51,6 dan menandai ekspansi selama 11 bulan berturut-turut. Produksi tumbuh pada laju tercepat dalam enam bulan, didorong kenaikan pesanan baru dan peluncuran produk baru; permintaan ekspor juga meningkat.