
Pramono Beri 10 Lurah Kesempatan Belajar ke Luar Negeri
12 menit yang lalu
Program DEWY mempertemukan mentor digital berpengalaman dengan mentor baru di Jawa Tengah.
Terbit · 2 min read

Pemerintah Inggris melalui Digital Access Programme bersama BRI Research Institute memperkuat kapasitas digital pengusaha perempuan dan pelaku UMKM yang dipimpin generasi muda melalui program Digital Empowerment for Women and Youth-led MSMEs (DEWY). Menurut laporan ANTARA, program ini mendorong pertukaran pengetahuan dan pendampingan usaha lintas wilayah.
Kegiatan tersebut mencakup sesi Digital Corner Business Pitching oleh perwakilan dari Jawa Tengah. Dalam keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat (30/10/2026), Direktur Technical Assistance BRI Research Institute Wibowo Setiawan mengatakan kegiatan itu bertujuan memperkuat kemampuan mentor lokal membangun ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan.
Wibowo mengatakan, “Dengan menghubungkan Digital Rangers berpengalaman dengan mentor baru di Jawa Tengah serta memperkuat pemanfaatan PerempuanCerdasDigital.id, kami berharap jejaring ini dapat terus berkembang secara mandiri dan memberikan manfaat bagi lebih banyak UMKM yang dipimpin perempuan di seluruh Indonesia,”
Menurut laporan yang sama, program Digital Corner telah dijalankan selama tiga tahun terakhir di Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah. Pelatihannya mencakup pengelolaan keuangan otomatis, keamanan transaksi digital, serta pemanfaatan lokapasar untuk mendukung usaha.
Salah satu kegiatan utama dalam acara puncak DEWY adalah Sister City Mentorship, yang diselenggarakan melalui diskusi kelompok terarah. Enam Digital Rangers berpengalaman dipertemukan dengan 30 mentor baru dari Banjarnegara dan Purbalingga.
Para peserta membahas strategi pengelolaan Digital Corner, pengembangan metode pendampingan, dan pelibatan komunitas lokal. Wibowo menyebut jejaring DEWY diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pengetahuan dan pengalaman yang terbentuk selama program.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Banjarnegara, Adi Cahyono Purwosaputro, mengatakan pemberdayaan UMKM memerlukan lebih dari sekadar akses teknologi. Menurut Adi, pendampingan berkelanjutan dibutuhkan agar pelaku usaha dapat menggunakan perangkat digital secara optimal.
Adi mengatakan, “Kami berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat kapasitas mentor lokal, membuka peluang kolaborasi lintas wilayah, serta mendorong UMKM yang dipimpin perempuan untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha melalui teknologi digital.” Ia juga menilai sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan mitra pembangunan penting untuk membangun ekosistem UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Acara puncak DEWY tahun ini menandai kelanjutan jejaring pertukaran pengetahuan dan pendampingan bagi pengusaha perempuan.