
BNPT Ajak Generasi Muda Ciptakan Konten Damai
14 menit yang lalu
Kolaborasi menyasar promosi produk kreatif, sementara Harbolnas 2025 mencatat transaksi produk lokal Rp16,6 triliun.
Terbit · 1 min read

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkolaborasi dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk memperkuat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 dan memperluas pemasaran produk ekonomi kreatif lokal melalui platform perdagangan digital. Menurut laporan ANTARA, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan hal itu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Riefky mengatakan Harbolnas dapat menjadi kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas dan meningkatkan penjualan melalui kanal digital.
Ia menyebut peluang kerja sama dengan idEA mencakup penguatan Harbolnas, pembahasan regulasi dan kebijakan, fasilitasi komunikasi dengan berbagai asosiasi, serta kurasi kekayaan intelektual binaan Kemenekraf dari 21 subsektor ekonomi kreatif.
Potensi pasar, menurut laporan yang sama, terlihat dari nilai transaksi Harbolnas 2025 yang mencapai Rp36,4 triliun selama satu pekan. Data tersebut dipaparkan oleh idEA.
Transaksi produk lokal dalam periode itu tercatat Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen dari total. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar domestik bagi produk dalam negeri.
Ketua Umum idEA Budi Primawan mengatakan promosi produk kreatif dapat dijajaki dengan mengidentifikasi pelaku usaha yang potensial untuk difasilitasi. Menurut laporan yang sama, ia menilai pendekatan kolaborasi perlu menyesuaikan kebutuhan, karakter, dan keputusan masing-masing pelaku usaha.
Budi mengatakan, “Kami melihat peluang untuk berkolaborasi dalam promosi dengan mengidentifikasi pelaku usaha ekonomi kreatif yang potensial untuk difasilitasi. Pelaksanaannya tentu perlu menyesuaikan kebutuhan, karakter, dan keputusan masing-masing pelaku usaha. Pada prinsipnya, idEA ingin menghadirkan nilai tambah melalui kolaborasi yang tepat,”.
Harbolnas pertama kali digelar pada 12 Desember 2012 dengan melibatkan enam perusahaan perdagangan elektronik yang tergabung dalam idEA. Seiring perkembangannya, kegiatan itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian, untuk memperluas partisipasi pelaku usaha dan mendorong transaksi belanja daring.