
BNPT Ajak Generasi Muda Ciptakan Konten Damai
13 menit yang lalu
AWG menggelar BSP untuk keenam kalinya pada 2026 dengan agenda advokasi dan edukasi tentang Palestina.
Terbit · 1 min read

Ketua Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 Yusuf Maulana mengatakan penyelenggaraan kembali kegiatan itu bertujuan menjaga konsistensi dukungan masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina. Menurut laporan ANTARA, Yusuf menyampaikan hal tersebut dalam siaran pers Aqsa Working Group (AWG) di Jakarta.
BSP diperingati setiap November. AWG menggelar kegiatan itu untuk keenam kalinya pada 2026, dengan tema “Penguatan Peran Advokasi Global menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina”.
Yusuf mengatakan BSP diarahkan menjadi gerakan yang terencana dan berkelanjutan. Ia berharap kampanye tersebut dapat mendorong persatuan dan menjaga perhatian masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina.
AWG memulai Pekan Solidaritas Palestina pada November 2021 setelah mendapat persetujuan pembinanya, Imam Yakhsyallah Mansur. Kegiatan itu berlanjut pada 2022 dan kemudian berkembang menjadi BSP.
Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah mengatakan pembelaan terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa perlu diperkuat melalui gerakan yang konsisten, arah bersama, dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Menurut laporan yang sama, ia menyebut BSP sebagai momentum untuk menyatukan gerakan dan mengonsolidasikan advokasi yang telah dilakukan sepanjang tahun.
Anshorullah berharap masyarakat, aktivis, dan lembaga solidaritas di Indonesia maupun mancanegara dapat memperkuat kerja sama untuk menyuarakan keadilan dan mendukung kemerdekaan Palestina. Ia juga menekankan bahwa solidaritas perlu diwujudkan melalui tindakan, bukan hanya menjadi agenda tahunan.
AWG menilai advokasi dapat diperkuat melalui pendidikan, media, diplomasi masyarakat, aksi kemanusiaan, dan jejaring solidaritas. Rangkaian BSP 2026 mencakup aksi publik, olahraga solidaritas, edukasi tentang Al-Aqsa, konsolidasi, diskusi jurnalistik, serta advokasi di ruang kebijakan.