
Sinopsis The Doll Ghawiah, Prekuel The Doll
15 menit yang lalu
Kadin menyoroti tekanan pasar keuangan sekaligus pertumbuhan ekonomi, kredit, dan investasi.
Terbit · 1 min read

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai fundamental ekonomi nasional masih kuat meski pasar modal tertekan dan rupiah melemah hingga Rp18.170 per dolar AS. Menurut laporan ANTARA, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan penilaian itu dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta.
Anindya menyampaikan pandangannya pada Kamis (29/10/2026).
Ia mengatakan, penilaian kondisi ekonomi perlu memperhatikan indikator fundamental, termasuk pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit perbankan. “Banyak yang menanyakan kepada kami apakah Indonesia di ambang krisis. Menurut kami, lebih baik kita lihat fundamentalnya saja. Kita lihat, tahun 1998, (pertumbuhan ekonomi) minus 13 persen. 2020, waktu COVID-19, minus 2,1 persen. Sedangkan sekarang, plus 5,61 persen,” kata Anindya.
Anindya merujuk pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Ia juga menyebut pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 mencapai 13,3 persen secara tahunan.
Di sisi lain, Anindya mengakui adanya tekanan di pasar keuangan. Ia menyebut arus dana keluar dari pasar modal sebesar Rp124 triliun, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 40 persen, serta pelemahan rupiah hingga Rp18.170 per dolar AS.
Anindya juga menyoroti pengurangan dana transfer ke daerah sebesar 24,6 persen dan penurunan belanja modal daerah sebesar 70 persen. Menurut Anindya, kondisi itu perlu dicermati bersama perkembangan ekonomi di luar Pulau Jawa.
Anindya menyebut realisasi investasi hilirisasi pada Januari hingga September 2026 mencapai Rp480 triliun, tumbuh 11,3 persen secara tahunan, berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal. Menurut dia, investasi dan sektor usaha produktif penting untuk menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
Kadin juga mendorong perusahaan sektor riil memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Organisasi itu turut mendorong penguatan keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam rantai pasok industri melalui kemitraan dan pengembangan pemasok lokal.