
Penyaluran KUR Capai Rp262 Triliun
14 menit yang lalu
Warga memilah sampah secara rutin, didukung fasilitas pengelolaan dan penjemputan sampah organik.
Terbit · 1 min read

Warga Kelurahan Melawai, Jakarta, rutin memilah sampah dari sumbernya untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir. Menurut laporan ANTARA, upaya itu didukung pemanfaatan fasilitas pengelolaan sampah yang tersedia.
Lurah Melawai Mochammad Iqbal menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Ia mengatakan partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan pemilahan sampah.
Kelurahan Melawai menyediakan lima Teba yang tersebar di empat RW serta 61 titik biopori jumbo. Iqbal mengapresiasi antusiasme warga dalam memilah sampah.
Upaya pemilahan juga menyasar pelaku usaha, termasuk pengusaha, pemilik restoran, perkantoran, pedagang, dan pemilik warung. Kelurahan mendorong masyarakat memilah sampah sesuai jenisnya.
Untuk membantu warga yang memiliki keterbatasan waktu, kelurahan menyiapkan Gerobak Motor (Gemor) guna menjemput sampah organik dari rumah ke rumah. Menurut Iqbal, fasilitas itu diharapkan meningkatkan partisipasi dan mendukung pengolahan sampah organik.
Ketua RT 05 RW 02, Putri, mengatakan warga berkumpul setiap minggu dan membawa sampah yang sudah dipilah untuk disetorkan ke Teba. Warga juga menggunakan aplikasi pilah sampah dengan memindai kode untuk mencatat sampah yang disetorkan.
Putri berharap kolaborasi pemerintah, pengurus wilayah, warga, dan pelaku usaha dapat mengurangi volume sampah yang diangkut petugas serta membuka peluang pemanfaatan sampah bernilai ekonomi.