
Veda Ega Posisi ke-18 pada FP2 Moto3 Qatar
17 menit yang lalu
Pengadaan melalui INKA ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun, dengan delapan rangkaian mendesak untuk dipenuhi.
Terbit · 1 min read

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan pengadaan 23 rangkaian kereta listrik baru melalui PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Menurut laporan ANTARA, pengadaan itu ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun.
KAI bersama INKA menguji rangkaian kedelapan kereta listrik produksi dalam negeri di lintas Bogor–Jakarta Kota sejak Rabu malam (4/11/2026). Uji coba berlangsung di luar jam sibuk.
Dari 23 rangkaian yang direncanakan, delapan di antaranya bersifat mendesak untuk segera dipenuhi. INKA diberi keleluasaan menentukan skema produksi, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan produsen luar negeri, dengan tetap melibatkan industri dalam negeri.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan KAI memberikan kepercayaan kepada INKA untuk memproses pengadaan tersebut. INKA dapat memilih skema manufaktur mandiri atau bermitra dengan pihak internasional, dengan ketentuan melibatkan industri dalam negeri.
Menurut laporan yang sama, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Commuter Line Jabodetabek melayani 303.792.024 pelanggan, dengan rata-rata 999.316 pelanggan per hari. Kebutuhan perjalanan tersebut menjadi acuan manajemen dalam menjaga kesinambungan layanan dan kesiapan sarana.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan uji coba rangkaian kedelapan dilakukan di luar jam sibuk untuk mengevaluasi kesiapan teknis dan keselamatan. Pengujian dikawal bersama KAI Commuter dan INKA.
Sebelumnya, tujuh rangkaian produksi INKA telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan kembali melayani pelanggan pada Oktober 2026. Anne menyatakan setiap tahapan pengujian merupakan bagian dari upaya memastikan sarana siap melayani masyarakat dengan aman dan andal.