
Shadé Zahrai Sarankan Cara Hadapi Manipulasi
11 menit yang lalu
Polusi udara memburuk di New Delhi; sekolah beralih ke pembelajaran daring dan warga mengeluhkan gangguan pernapasan.
Terbit · 2 min read

Kabut asap tebal menyelimuti New Delhi, India, dan membuat warga kesulitan bernapas. Menurut laporan CNBC Indonesia, pemerintah menutup sementara sekolah dan mengalihkan kegiatan belajar ke daring di tengah memburuknya kualitas udara.
Kondisi itu terjadi menjelang perayaan Diwali. Indeks kualitas udara di New Delhi mencapai 382 pada Jumat (6/11/2026), berdasarkan data Dewan Pengendalian Polusi Pusat India yang dikutip dalam laporan tersebut.
Menteri Lingkungan Hidup Delhi, Manjinder Singh Sirsa, memperingatkan kualitas udara dapat memburuk akibat perubahan cuaca. Seperti dikutip Reuters pada Sabtu (7/11/2026), ia mengatakan, “Mulai besok, cuaca akan memburuk dan angin akan berhenti bertiup sepenuhnya, yang akan membuat indeks kualitas udara (AQI) semakin parah,” ujar Sirsa.
Indeks 382 itu masuk kategori sangat buruk, jauh di atas ambang 50 yang menandakan kualitas udara baik. Konsentrasi polutan PM2.5 juga tercatat lebih dari 25 kali lipat batas harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia.
Komisi Manajemen Kualitas Udara memberlakukan pembatasan melalui rencana aksi bertahap. Pemerintah daerah diminta mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah bagi separuh pegawai kantor pemerintah dan swasta, sementara sekolah diperintahkan menggelar pembelajaran daring.
Polusi udara di India utara berulang saat musim dingin. Udara dingin membuat polutan terperangkap dekat permukaan tanah, sementara emisi kendaraan, debu konstruksi, dan asap pembakaran limbah pertanian turut memperburuk keadaan di Delhi, kota yang dihuni sekitar 20 juta orang.
Seorang warga Delhi bernama Sarvesh, yang hanya menyebutkan nama depannya, mengatakan polusi membuatnya sulit bernapas, cemas, dan mengalami mata perih. Dampak yang dikhawatirkan juga mencakup perayaan Diwali pada Minggu (8/11/2026), ketika petasan dan kembang api berpotensi menambah polusi.
Dewan Kriket India memindahkan pertandingan kriket internasional satu hari antara India dan Sri Lanka yang dijadwalkan pada 13 Desember 2026 dari New Delhi ke Visakhapatnam. Laporan itu juga mengutip analisis Centre for Research on Energy and Clean Air yang mengaitkan polusi udara dengan sekitar 17.188 kematian di Delhi pada 2023, hampir 15 persen dari total kematian di kota tersebut.