
Kabut Asap Tutup Sekolah di New Delhi
16 menit yang lalu
Pertanyaan terbuka dan respons tenang dapat membantu menjaga percakapan tetap berfokus pada alasan dan fakta.
Terbit · 1 min read

Peneliti perilaku Shadé Zahrai menyarankan penggunaan pertanyaan terbuka untuk menghadapi percakapan yang manipulatif. Menurut laporan CNBC Indonesia, respons yang menunjukkan rasa ingin tahu dapat membantu mengubah dinamika percakapan tanpa langsung membenarkan atau menentang lawan bicara.
Laporan CNBC Indonesia itu terbit pada Sabtu (7/11/2026). Naskah tersebut menyebut Zahrai memiliki pengalaman satu dekade memberikan konsultasi kepada berbagai perusahaan Fortune 500, tetapi tidak menyebut waktu atau tempat tertentu untuk saran yang disampaikan.
Menurut Zahrai, orang yang berupaya memanipulasi dapat memanfaatkan reaksi emosional, kebingungan, dan situasi yang tidak jelas untuk memengaruhi percakapan. Ia menyarankan tanggapan tenang yang meminta lawan bicara menjelaskan lebih lanjut.
Dalam situasi ketika seseorang menyangkal suatu kejadian atau membuat orang lain meragukan ingatannya, laporan itu menyarankan meminta lawan bicara menguraikan versinya. Seseorang juga dapat menyatakan bahwa ingatannya berbeda atau mengajak orang lain yang berada di lokasi untuk membantu memastikan fakta.
Jika seseorang menggunakan rasa bersalah untuk menekan orang lain, respons dapat diarahkan pada alasan di balik pernyataannya. Seseorang juga dapat menyampaikan bahwa ia menghargai bantuan yang pernah diberikan, tetapi keputusan tetap menjadi haknya.
Untuk menghadapi tekanan yang mengaitkan kepatuhan dengan kepedulian atau kesetiaan, laporan itu menyarankan memisahkan perasaan dari tuntutan. Seseorang dapat menegaskan bahwa kepedulian tidak mengharuskan kesamaan pendapat.
Laporan tersebut menyebut pertanyaan terbuka yang meminta penjelasan dinilai lebih efektif menjaga percakapan tetap tenang daripada pertanyaan yang berpotensi terdengar menuduh. Pendekatan itu dapat mengarahkan pembicaraan pada alasan dan fakta.
Menjaga ketenangan dan memperlambat percakapan, menurut laporan yang sama, dapat membantu seseorang mempertahankan kejernihan berpikir serta batasan pribadi. Pengendalian diri dalam percakapan sulit disebut dapat lebih efektif daripada langsung berkonfrontasi.