
Terowongan Standedge Gelar Tur Halloween
14 menit yang lalu
Awak Transko Dara 3218 membantu pergerakan kapal dan mendukung operasi fasilitas minyak lepas pantai Balongan.
Terbit · 1 min read

ANTARA mengulas peran awak kapal tunda Transko Dara 3218 dalam mendukung operasi pasokan energi untuk Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat. Kapal milik PT Pertamina Trans Kontinental itu antara lain membantu pergerakan kapal tanker dan mengangkut personel ke fasilitas lepas pantai.
Dalam laporan tersebut, Maman Suherman mengemudikan kapal menuju fasilitas tambat titik tunggal lepas pantai (Single Point Mooring/SPM) berkapasitas 35.000 DWT pada siang hari, 22 Oktober 2026. Sebelum mendekati SPM, kapal tunda dapat menuju area labuh siaga yang berjarak sekitar 10–15 mil laut dari fasilitas itu.
Transko Dara 3218 memiliki panjang 33,36 meter, lebar 11 meter, dan tonase kotor 465 GT. Kapal itu memakai sistem penggerak azimut buritan (azimuth stern drive/ASD), yang memungkinkan unit pendorong berputar hingga 360 derajat untuk membantu manuver di perairan terbatas.
Menurut laporan ANTARA, Maman telah berkarier di dunia maritim selama belasan tahun dan memiliki sertifikasi nakhoda ahli (master mariner). Pengalamannya mencakup pelayaran di berbagai perairan Nusantara, kegiatan survei seismik dan eksplorasi minyak dan gas, serta pelayaran internasional hingga Sri Lanka.
Maman juga pernah menghadapi gelombang setinggi delapan meter di Blok Masela, Laut Arafura. Ia menjalani pola tugas enam bulan di laut dan memperpanjang masa tugas yang berakhir pada 1 Oktober 2026 karena belum ada nakhoda pengganti.
Di kapal, Sri Hardoko bertugas sebagai perwira pertama (chief officer). Ia telah berkarier di dunia pelayaran sejak 1999 dan menangani berbagai keperluan operasional, termasuk navigasi, kelaiklautan, kesiapan awak, serta pemantauan selang muat.
Awak Transko Dara 3218 berjumlah sembilan hingga sepuluh orang, menurut laporan yang sama. Mereka bekerja dalam pergantian sif, sementara kegiatan kapal mengikuti prosedur keselamatan kerja.
Di lepas pantai Balongan terdapat tiga SPM dengan kapasitas 165.000 DWT, 35.000 DWT, dan 17.500 DWT. Fasilitas tambat tersebut digunakan untuk bongkar muat minyak dari kapal tanker sebelum minyak dialirkan melalui pipa bawah laut menuju daratan.