
Dua Personel Pertahanan Suriah Tewas Ditembak
13 menit yang lalu
Proyeksi sementara menunjukkan belum ada blok yang meraih mayoritas, sementara partai-partai Arab diperkirakan memperoleh 18 kursi.
Terbit · 1 min read

Partai-partai Arab berpotensi menjadi penentu pembentukan pemerintahan Israel setelah pemilihan umum, menurut laporan CNNIndonesia. Proyeksi sementara menunjukkan blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan blok oposisi sama-sama memperoleh 51 kursi.
Penghitungan sementara Komite Pemilu Pusat Israel pada Rabu (28/10/2026), setelah 50,1 persen suara masuk, juga memperkirakan partai-partai Arab meraih 18 kursi di Knesset, parlemen Israel. Hasil tersebut masih dapat berubah seiring berlanjutnya penghitungan.
Belum ada blok yang mencapai 61 kursi, jumlah minimum untuk membentuk pemerintahan mayoritas di parlemen yang memiliki 120 anggota. Karena itu, dukungan partai-partai Arab dapat berpengaruh terhadap pihak yang mampu mengamankan mayoritas.
Dalam laporan yang sama, CNNIndonesia mengutip NDTV yang menyebut pendukung partai-partai Arab merayakan hasil sementara di markas Joint List di Nazareth. Pemimpin Joint List, Yousef Jabareen, memuji tingginya partisipasi pemilih Arab.
Jabareen menyebut peningkatan partisipasi itu sebagai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Warga Arab mencakup sekitar 20 persen pemilih Israel, tetapi secara tradisional tingkat partisipasi mereka lebih rendah dibandingkan warga Israel keturunan Yahudi.
Laporan tersebut menyebut keinginan mengakhiri pemerintahan koalisi sayap kanan yang dipimpin Netanyahu sebagai salah satu pendorong peningkatan partisipasi. Koalisi itu mencakup Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.
Di markas Joint List, para pendukung partai-partai Arab meneriakkan penolakan terhadap Ben-Gvir. Jabareen menilai hasil sementara menunjukkan partai-partai yang dipimpin tokoh Arab dapat berpengaruh, dan mengatakan partainya akan memperjuangkan perlindungan masyarakat Arab dari kejahatan, rasisme, serta penghancuran rumah dan desa.
Proyeksi lain memperkirakan Joint List dan Raam memperoleh total 17 hingga 19 kursi, yang jika tercapai akan menjadi perolehan tertinggi partai-partai Arab dalam sejarah pemilihan umum Israel. Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot diproyeksikan meraih 21 hingga 23 kursi.