
Abdullah Minta OJK Perkuat Pengawasan Investasi
11 menit yang lalu
Harga referensi CPO turun 6,07 persen; bea keluar dan pungutan ekspor November turut ditetapkan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi minyak sawit mentah (CPO) untuk periode 1-30 November 2026 sebesar 978,90 dolar AS per metrik ton.
Nilai tersebut turun 63,25 dolar AS atau 6,07 persen dibandingkan harga referensi periode 1-31 Oktober 2026 yang mencapai 1.042,15 dolar AS per metrik ton.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan bea keluar CPO ditetapkan sebesar 124 dolar AS per metrik ton. Pungutan ekspornya sebesar 12,5 persen dari harga referensi, atau 122,36 dolar AS per metrik ton.
Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (31/10/2026), Tommy menyampaikan harga referensi dihitung berdasarkan rata-rata harga selama 20 September-19 Oktober 2026. Data yang digunakan berasal dari Bursa CPO Indonesia sebesar 869,07 dolar AS per metrik ton, Bursa CPO Malaysia sebesar 1.088,73 dolar AS per metrik ton, dan Port CPO Rotterdam sebesar 1.443,90 dolar AS per metrik ton.
Menurut laporan yang sama, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2025 mengatur bahwa jika selisih harga rata-rata dari tiga sumber tersebut lebih dari 40 dolar AS, penghitungan menggunakan rata-rata dua sumber harga yang menjadi median dan paling dekat dengan median.
Harga referensi November ditetapkan dengan menggunakan harga dari Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia. Ketentuan bea keluar periode tersebut merujuk pada Kolom Angka 7 Lampiran Huruf CPMK Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025, sedangkan pungutan ekspor merujuk pada Lampiran Huruf A PMK Nomor 69 Tahun 2025 jo. PMK Nomor 9 Tahun 2026.
Kemendag juga menetapkan bea keluar minyak goreng olein sawit yang dimurnikan, diputihkan, dan dihilangkan baunya dalam kemasan bermerek dengan berat bersih paling banyak 25 kilogram sebesar 31 dolar AS per metrik ton. Ketentuan itu tercantum dalam Kepmendag Nomor 2065 Tahun 2026 tentang daftar merek produk tersebut.