
KP2MI Fasilitasi Seleksi Pekerja Hotel Turkiye
17 menit yang lalu
Kemenekraf mendorong penguatan usaha media digital di tengah perkembangan AI dan dominasi platform digital.
Terbit · 1 min read

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong penguatan industri media digital sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional. Menurut laporan ANTARA, Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan dorongan itu di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (1/11/2026).
Riefky mengatakan media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghubungkan talenta kreatif dengan publik, merek, investor, dan pasar yang lebih luas. Dalam keterangan yang dikutip ANTARA, ia mengatakan, “Harus bersatu, hadapi tantangan hari ini.”
Ia menyambut masuknya Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 58120 tentang penerbitan surat kabar cetak dan digital dalam pengampuan Kemenekraf. Menurut Riefky, langkah itu ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan bisnis media.
Riefky menyebut pembinaan industri media mencakup operasional usaha, pengembangan produk, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia juga menyoroti ketimpangan pembagian nilai ekonomi antara kreator konten dan platform digital besar, yang menurutnya perlu dibahas di tingkat internasional.
Pemerintah, kata Riefky, mendorong pembahasan itu melalui Jakarta Vision on Creative Economy, dokumen hasil Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif 2026 yang diharapkan menjadi landasan resolusi dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dokumen tersebut memuat pilar teknologi dan transformasi digital, keberlanjutan, kekayaan intelektual dan hak pekerja kreatif, serta inklusivitas dan pemberdayaan komunitas.
Di dalam negeri, Riefky menyebut Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045 menjadi acuan kebijakan untuk 20 tahun ke depan. Cakupan subsektor ekonomi kreatif diperluas dari 17 menjadi 21, termasuk kecerdasan buatan, konten dan kreator digital, perdagangan melalui siaran langsung, penerbitan, film, serta periklanan.
Riefky menyatakan ekonomi kreatif menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja; 63 persen di antaranya generasi Z dan milenial, dan 58 persen dari kelompok itu perempuan. Ia juga menyebut sektor tersebut berkontribusi 7,38 persen terhadap produk domestik bruto nasional serta sekitar 12 persen terhadap total ekspor nonminyak dan gas bumi.