
DPR Dorong Ecoprint dan Kerajinan Kerang di Cilacap
13 menit yang lalu
Rencana impor masih berupa konsep, sementara jumlah dan waktu pelaksanaannya belum diputuskan.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pertanian (Kementan) mengkaji rencana impor awal sekitar 100 ribu ekor sapi pada 2027 untuk mendukung target swasembada susu. Menurut laporan ANTARA, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan rencana itu masih berupa konsep dan belum menjadi keputusan final pemerintah.
Saleh menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta, menurut laporan ANTARA. Ia menyebut 100 ribu ekor sebagai rencana tahap awal, sedangkan target yang lebih besar diperkirakan mencapai satu juta ekor.
Saleh menyebut kemungkinan pada 2029 terkait target satu juta ekor. Namun, ia belum merinci apakah angka tersebut merujuk pada akumulasi impor atau sasaran populasi sapi secara keseluruhan.
Menurut laporan yang sama, Australia, Brasil, dan Meksiko dipertimbangkan sebagai calon negara sumber pengadaan. Belum ada rincian kesepakatan dengan negara-negara tersebut, pembiayaan, maupun tahapan kedatangan sapi.
Kementan juga membina peternak susu di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk menyiapkan usaha mereka apabila rencana penambahan sapi terealisasi.
Dalam kunjungan kerja ke Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jumat (30/10/2026), Saleh mendorong penguatan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kelembagaan peternak sapi perah. Keterangan resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan menyebut Magelang memiliki potensi pengembangan sapi perah di delapan kecamatan, termasuk Ngablak yang telah memiliki ekosistem peternakan.
Kementan menetapkan target penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029 pada September 2026 untuk memperkuat produksi susu nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda sebelumnya menyatakan produksi susu segar dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional.
Peta jalan pengembangan persusuan Kementan hingga 2030 menargetkan produksi susu dalam negeri sekitar 4,68 juta ton, dengan perkiraan kebutuhan nasional sebesar 5,07 juta ton. Pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi peternak, termasuk uang muka pembelian sapi, asuransi ternak, fasilitas kandang, peralatan pemerahan, dan akses pembiayaan perbankan.