
Polres Purwakarta Sita 1.110 Liter Solar
10 menit yang lalu
Kredit mencapai Rp242,6 triliun pada akhir kuartal ketiga 2026, sementara laba sebelum pajak tercatat Rp5,8 triliun.
Terbit · 1 min read

PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat penyaluran kredit tumbuh 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp242,6 triliun hingga akhir kuartal ketiga 2026. Menurut laporan ANTARA, pertumbuhan terutama ditopang segmen perbankan korporasi.
Data tersebut berasal dari laporan kinerja keuangan konsolidasian yang belum diaudit untuk sembilan bulan pertama 2026. Laporan itu mencatat kredit korporasi tumbuh 15,1 persen secara tahunan.
Kredit segmen komersial tumbuh 6,4 persen, sedangkan segmen usaha menengah dan kecil naik 1,9 persen. Penyaluran kredit konsumer disebut relatif terjaga.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan perseroan mempertahankan kinerja stabil di tengah dinamika ekonomi yang menantang. Ia menyebut pertumbuhan bisnis berkelanjutan, disiplin biaya, dan efisiensi operasional mendukung kinerja tersebut.
Dari sisi pendanaan, CIMB Niaga menghimpun dana pihak ketiga (DPK) Rp273,7 triliun. Dana murah, yakni giro dan tabungan (CASA), tumbuh 4,4 persen secara tahunan menjadi Rp197 triliun, dengan rasio 72 persen dari total DPK.
Per 30 September 2026, aset konsolidasian perseroan mencapai Rp384,8 triliun, tumbuh 4,2 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak tercatat Rp5,8 triliun dan laba operasional sebelum pencadangan Rp8,2 triliun.
Pendapatan nonbunga tumbuh 7,8 persen secara tahunan. Lani mengatakan profitabilitas menghadapi tantangan akibat tekanan margin bunga dan peningkatan pencadangan sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit.
Rasio kecukupan modal CIMB Niaga tercatat 23,7 persen dan rasio kredit terhadap simpanan 87,7 persen. Ke depan, perseroan berfokus memperkuat kualitas aset, menyalurkan kredit secara selektif, mengoptimalkan pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi dan efisiensi biaya.
Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencatat pembiayaan Rp49,4 triliun dan dana pihak ketiga Rp52,5 triliun per 30 September 2026. Menurut laporan yang sama, pertumbuhan pembiayaan didukung optimalisasi komposisi portofolio dengan fokus pada segmen bisnis yang memberikan imbal hasil lebih baik; upaya akuisisi nasabah dan inovasi produk diarahkan untuk meningkatkan dana murah serta menjaga likuiditas.