
Hampir 60.000 Pelari Ikuti Maraton New York
10 menit yang lalu
Penyaluran hingga triwulan ketiga 2026 menjangkau 119.835 debitur, dengan perdagangan sebagai sektor terbesar.
Terbit · 1 min read

Pemerintah menyalurkan kredit program prioritas senilai Rp10,82 triliun di Bali hingga triwulan ketiga 2026 untuk mendukung perekonomian daerah, menurut laporan ANTARA yang mengutip Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bali Arinto Setyo Mulyawan.
Arinto menyampaikan keterangan itu di Denpasar, Senin (2/11/2026). Ia mengatakan realisasi penyaluran meningkat hampir 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Program tersebut mencakup kredit usaha rakyat, kredit program perumahan, pembiayaan ultra mikro, serta kredit usaha alat sistem pertanian. Penyalurannya menjangkau 119.835 debitur, naik 5,46 persen secara tahunan.
Kota Denpasar mencatat nilai penyaluran tertinggi, yakni Rp1,89 triliun kepada 15.360 debitur. Kabupaten Buleleng memiliki jumlah debitur terbanyak, yaitu 21.713 orang, dengan total kredit Rp1,29 triliun.
Kabupaten Badung mencatat penyaluran Rp1,59 triliun kepada 13.406 debitur, sedangkan Kabupaten Gianyar mencapai Rp1,54 triliun kepada 15.203 debitur. Di Tabanan, penyalurannya Rp1,28 triliun kepada 14.023 debitur, sementara Karangasem mencatat Rp1,12 triliun kepada 14.133 debitur.
Menurut laporan yang sama, perdagangan besar dan eceran menjadi sektor penerima kredit terbesar. Berikutnya adalah pertanian, jasa kemasyarakatan, sosial, budaya dan hiburan, industri pengolahan, serta penyediaan akomodasi dan makanan minuman.
Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II-2026 tercatat 5,78 persen, lebih rendah daripada 5,95 persen pada periode yang sama tahun 2025. Bank Indonesia Provinsi Bali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerah itu mencapai 5,9 persen pada 2026.