
Changhong Buka Gerai Perdana di Palembang
13 menit yang lalu
Laporan Kredivo dan LD FEB UI mencatat akses kredit produktif bagi perempuan serta peningkatan pengguna untuk modal usaha.
Terbit · 1 min read

Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo mencatat 48 persen perempuan telah memperoleh akses kredit melalui perusahaan tersebut untuk membiayai kebutuhan produktif. Laporan itu disusun bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), menurut laporan ANTARA.
Menurut laporan yang sama, jumlah pengguna yang mengakses kredit Kredivo untuk modal usaha meningkat hingga 15 kali lipat dibandingkan 2019. Pada 2025, kredit untuk kebutuhan produktif mencapai 54 persen dari total kredit Kredivo.
Direktur Pemasaran Kredivo Indina Andamari mengatakan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial dapat membantu perempuan mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Temuan penelitian tersebut juga menunjukkan hubungan positif antara akses kredit produktif bagi perempuan dan penguatan posisi tawar dalam rumah tangga. Akses sumber daya ekonomi dinilai dapat mendukung perempuan mengelola keuangan, menentukan pilihan ekonomi, dan ikut mengambil keputusan.
Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan perluasan akses kredit bagi perempuan menjadi salah satu indikasi positif inklusi keuangan. Menurut dia, pembiayaan dapat memengaruhi posisi perempuan dalam keluarga dan kegiatan ekonomi yang lebih luas.
Kredivo mengutip data Bank Dunia pada 2020 yang menyebut sekitar 60 persen UMKM di Indonesia dimiliki perempuan. Perusahaan itu menyatakan akses pembiayaan masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha.
Kredivo menyatakan menerapkan prinsip pemberian kredit yang bertanggung jawab dan menjalankan inisiatif edukasi keuangan. Laporan tersebut juga mencatat 65,7 persen pengguna Kredivo tergolong memiliki literasi keuangan yang baik.