
Iran Tetapkan AL dan AU Inggris sebagai Teroris
11 menit yang lalu
Mittal memulai usaha baja di Sidoarjo sebelum mengembangkan bisnisnya hingga menjadi ArcelorMittal.
Terbit · 1 min read

Lakshmi Mittal memulai bisnis bajanya di Sidoarjo, Jawa Timur, sebelum mengembangkan usaha itu menjadi bagian dari ArcelorMittal, yang disebut sebagai produsen baja terbesar di dunia. Menurut laporan CNN Indonesia, Forbes menaksir kekayaan Mittal sebesar US$29,2 miliar atau sekitar Rp529 triliun.
Mittal mendirikan PT Ispat Indo di Sidoarjo pada 1976, setelah pindah ke Indonesia. Laporan CNN Indonesia menyebut perjalanan bisnisnya kemudian berkembang melalui penggabungan perusahaan dan akuisisi di sejumlah negara.
Pada 2004, Ispat International dan LNM Holdings digabung, sementara International Steel Group yang berbasis di Ohio, Amerika Serikat, juga diakuisisi. Perusahaan hasil kesepakatan itu bernama Mittal Steel.
Dua tahun kemudian, Mittal Steel bergabung dengan Arcelor, perusahaan yang berbasis di Luksemburg. Penggabungan tersebut membentuk ArcelorMittal.
Laporan yang sama menyebut Mittal menerapkan strategi membeli perusahaan yang merugi, banyak di antaranya milik negara, lalu merestrukturisasi operasionalnya dengan tim manajemen khusus. Ia menghabiskan lebih dari satu dekade mempelajari pengelolaan pabrik secara efisien.
Pada 1989, Mittal membeli pabrik baja milik pemerintah Trinidad dan Tobago yang sedang merugi. Menurut laporan CNN Indonesia, produksi pabrik itu meningkat dua kali lipat setahun setelah pembelian.
Kekayaan Mittal pernah mencapai US$45 miliar pada 2008, menurut laporan tersebut, yang menempatkannya di posisi keempat orang terkaya dunia saat itu. Forbes menempatkannya di peringkat ke-79 dalam daftar orang terkaya dunia dengan taksiran kekayaan US$29,2 miliar.
Putra Mittal, Aditya, mengambil alih jabatan direktur utama ArcelorMittal pada 2021. Mittal kemudian menjabat sebagai ketua eksekutif perusahaan.