
Mir dan Marini Layak Tampil di MotoGP Malaysia
14 menit yang lalu
Ekosistem BGN diharapkan memperluas keterlibatan UMKM sekaligus mendorong produksi pangan baru di daerah.
Terbit · 1 min read

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman mendorong pengembangan ekosistem Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melahirkan produsen baru di daerah. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam forum internasional tentang Kredit Program Pemerintah di Badung, Bali.
Maman mengatakan ekosistem BGN tidak hanya perlu melibatkan UMKM yang sudah beroperasi, tetapi juga membangun rantai pasok pangan berkelanjutan. Acara itu berlangsung Kamis (29/10/2026).
“Selain tadi pelibatan entitas usaha UMKM-nya, kami juga menitikberatkan pada pembangunan ekosistem rantai pasoknya,” kata Maman.
Menurut laporan yang sama, peluang usaha yang dapat dikembangkan mencakup peternakan ayam, budi daya ikan, dan produksi sayuran. Pengembangan rantai pasok, kata Maman, perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi setiap daerah.
Ia menjelaskan, daerah yang belum memiliki kegiatan produksi tertentu dapat mulai mengembangkan usaha yang dibutuhkan dalam rantai pasok BGN. Kebutuhan pasokan dinilai dapat mendorong masyarakat memulai kegiatan produksi, termasuk di sektor peternakan ayam dan budi daya ikan.
Peluang juga terbuka bagi petani sayuran. Menurut Maman, rantai pasok yang terbentuk berpotensi memberi akses pasar bagi daerah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pembeli.
Maman menyebut sekitar 69 ribu UMKM telah terlibat dalam rantai pasok BGN. Namun, ia mengatakan pemerintah belum menganggap jumlah itu cukup dan masih berupaya memperluas partisipasi pelaku usaha.