
Hampir 60.000 Pelari Ikuti Maraton New York
12 menit yang lalu
NTP naik 1,13 persen dibandingkan September, dengan kenaikan terbesar pada subsektor hortikultura.
Terbit · 1 min read

Nilai Tukar Petani (NTP) Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 132,60, rekor tertinggi sepanjang sejarah, menurut laporan CNBC Indonesia. Angka itu naik 1,13 persen dibandingkan September 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (2/11/2026) menunjukkan kenaikan tersebut terjadi pada Oktober. Indeks harga yang diterima petani naik 1,55 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani meningkat 0,41 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut karet, jagung, cabai merah, dan gabah sebagai sejumlah komoditas yang mendorong kenaikan harga di tingkat petani.
Menurut laporan yang sama, NTP subsektor hortikultura naik 6,88 persen, dari 129,50 pada September menjadi 138,41 pada Oktober. Kenaikan terutama didorong harga cabai merah, tomat, dan cabai rawit.
Pada subsektor hortikultura, harga yang diterima petani meningkat 7,12 persen, sementara harga barang dan jasa yang dibayar petani naik 0,32 persen. NTP tanaman pangan naik 1,07 persen, dari 119,24 menjadi 120,52, sedangkan NTP tanaman perkebunan rakyat meningkat 0,30 persen, dari 171,67 menjadi 172,18.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan peningkatan kesejahteraan petani menjadi perhatian pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyatakan peningkatan produksi pangan perlu berjalan beriringan dengan perbaikan pendapatan petani.
Dalam keterangannya, Amran menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo, swasembada pangan berkelanjutan perlu beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani, produksi, dan kestabilan harga pangan bagi masyarakat.
Amran menyebut kebijakan pemerintah mencakup penyesuaian harga pembelian pemerintah untuk gabah dan jagung, kepastian penyerapan hasil panen, penyederhanaan penyaluran pupuk bersubsidi, serta penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. Kementerian Pertanian juga mendorong perbaikan irigasi, mekanisasi, peningkatan produktivitas, dan kemudahan akses sarana produksi.