
Said Iqbal Nyatakan Dukungan untuk Prabowo
18 menit yang lalu
Perluasan mencakup distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta avtur di tiga wilayah.
Terbit · 1 min read

PT Patra Logistik memperluas pengelolaan distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan avtur untuk mendukung kelancaran distribusi energi di wilayah operasional. Menurut laporan ANTARA yang terbit Sabtu (7/11/2026), perluasan itu dilakukan melalui kepercayaan yang diberikan PT Pertamina Patra Niaga.
Cakupan baru meliputi distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta pengelolaan avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Direktur Utama Patra Logistik Yock Yorlando mengatakan perusahaan memandang kepercayaan dari Pertamina Patra Niaga sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan memperbesar kontribusi dalam rantai pasok energi nasional.
Sebelumnya, Patra Logistik telah mengelola distribusi BBM di Pulau Jawa. Menurut laporan yang sama, perluasan di Kalimantan mencakup lima terminal BBM dengan dukungan operasional hingga 100 mobil tangki.
Untuk layanan LPG, perusahaan sebelumnya mengelola distribusi di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Menurut laporan yang sama, cakupan itu kini bertambah di tiga lokasi terminal LPG di Kalimantan.
Di segmen penerbangan, Patra Logistik memperluas pengelolaan layanan avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Menurut laporan yang sama, perusahaan juga telah mengelola 11 terminal bahan bakar penerbangan milik Pertamina Patra Niaga melalui kerja sama operasi.
Dalam mendukung kegiatan operasional distribusi energi, Patra Logistik memanfaatkan pusat kendali lalu lintas jalan yang memantau pergerakan armada mobil tangki selama 24 jam secara waktu nyata. Menurut laporan yang sama, pemantauan ini mendukung efektivitas operasional dan keselamatan distribusi.
Direktur Pemasaran dan Operasi Patra Logistik Joko Priyambodo menyebut kesiapan personel, sarana operasional, dan koordinasi dengan pihak terkait sebagai bagian penting dalam perluasan layanan. Ia mengatakan keselamatan dan keamanan dipantau melalui pusat kendali, sementara keandalan operasional tetap menjadi prioritas.