
Danang Kawal Relokasi 535 KK Bendungan Karangnongko
29 menit yang lalu
Hilirisasi komoditas unggulan diharapkan menambah nilai produk dan mendorong pertumbuhan industri daerah.
Terbit · 1 min read

Pemerintah mendorong hilirisasi komoditas unggulan, termasuk kelapa sawit, kelapa, dan rumput laut, untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan industri di berbagai daerah. Menurut laporan CNNIndonesia.com, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyampaikan hal itu dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Muhammad Sarmuji mengatakan industrialisasi perlu berlanjut dari pengolahan bahan mentah atau setengah jadi hingga menghasilkan barang jadi dan membangun ekosistem industri pendukung. Pandangan tersebut disampaikan dalam pemaparannya di rapat itu.
Ia mencontohkan hilirisasi nikel yang berkembang dari pengolahan bijih menjadi produk antara, komponen baterai, hingga kendaraan listrik. Menurut Muhammad Sarmuji, keberhasilan industrialisasi juga perlu dilihat dari nilai tambah, kemampuan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok.
Muhammad Sarmuji menyebut kelapa sawit dan produk turunannya sebagai salah satu keunggulan Indonesia. Pemerintah juga mendorong industri kelapa, yang menurut materi menunjukkan pertumbuhan. Sarmuji mengatakan, “Industri kelapa kita tumbuh dengan sangat baik, dan kita akan konsen juga pada industri kelapa kita.”
Rumput laut menjadi komoditas lain yang ingin dikembangkan. Muhammad Sarmuji mengatakan bahan tersebut dapat diolah untuk kebutuhan kosmetik, obat-obatan, makanan, dan minuman.
Menurut Muhammad Sarmuji, pengembangan rumput laut berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat pesisir. Ia mengaitkan potensi itu dengan luasnya wilayah pantai dan laut Indonesia, sementara akses masyarakat di wilayah pesisir ke sektor industri selama ini dinilai belum cukup baik.
Pemerintah juga merencanakan kawasan industri khusus berbasis sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Muhammad Sarmuji menyebut daerah itu memiliki sagu yang melimpah dan berpotensi menjadi pusat pengolahan komoditas tersebut.
Muhammad Sarmuji mengatakan pengembangan komoditas unggulan daerah diharapkan mendorong pemerataan pembangunan, terutama di luar Pulau Jawa. Pemerintah juga berharap industri berbasis potensi lokal dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.